Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Agustus 2026 | 00.36 WIB

Azrul Ananda Ungkap Alasan Semifinal dan Final Piala Presiden Sebaiknya Digelar di Tempat Netral

CEO Persebaya Azrul Ananda (kanan) dukung keputusan panitia gelar semifinal dan final Piala Presiden 2026 di venue netral. (Istimewa) - Image

CEO Persebaya Azrul Ananda (kanan) dukung keputusan panitia gelar semifinal dan final Piala Presiden 2026 di venue netral. (Istimewa)

JawaPos.com - CEO Persebaya Azrul Ananda menyatakan dukungan terhadap keputusan panitia yang menggelar semifinal dan final Piala Presiden 2026 di venue netral. Langkah tersebut merupakan pilihan paling tepat demi menjaga asas keadilan sekaligus meminimalkan risiko bagi seluruh tim peserta.

Pernyataan itu disampaikan Azrul Ananda melalui akun Facebook resmi Persebaya Surabaya. Dia mengungkapkan, pembahasan mengenai lokasi semifinal dan final sebenarnya sudah dilakukan sejak usai pertandingan Persebaya menghadapi Port FC pada fase grup.

Dalam pertemuan tersebut, Azrul Ananda berdiskusi bersama Maruarar Sirait, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono. Bahkan, kata Azrul, Pemerintah Kota Surabaya sebenarnya siap apabila dipercaya menjadi tuan rumah, terutama untuk partai final.

Meski demikian, Azrul justru menjadi salah satu pihak yang mengusulkan agar semifinal dan final digelar di lokasi yang sama serta berada di tempat netral. Menurut dia, keputusan itu bukan didasarkan pada tim mana yang lolos ke babak semifinal.

Pertimbangannya lebih kepada jadwal pertandingan yang sangat berdekatan antara semifinal dan final. Apabila lokasi pertandingan berpindah, salah satu tim berpotensi menghadapi beban perjalanan yang lebih besar dibanding peserta lain. Situasi tersebut dinilai bisa memengaruhi kesiapan tim dalam menghadapi laga penentuan.

"Jadi kedua babak itu sebaiknya di tempat yang sama, sehingga tidak ada satu pun tim yang dirugikan karena perpindahan lokasi," tulis Azrul.

Dia juga mengajak semua pihak untuk mengesampingkan kepentingan masing-masing demi kelancaran turnamen. Sebab, Piala Presiden merupakan ajang pramusim yang seharusnya dimanfaatkan klub untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi resmi.

Azrul menilai, mengambil risiko yang tidak perlu hanya karena persoalan lokasi pertandingan justru bisa berdampak pada persiapan tim menuju musim 2026/2027.

"Bagaimanapun ini adalah pramusim. Jangan sampai terjadi unnecessary risk yang kemudian justru berdampak pada musim sebenarnya," lanjut Azrul.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore