Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Juli 2026 | 01.34 WIB

Dicari-cari Presiden Prabowo karena Timnas Indonesia Susah Lolos Piala Dunia, Begini Respons Erick Thohir

Konferensi pers Menpora Erick Thohir usai melantik pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Kemenpora. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com) - Image

Konferensi pers Menpora Erick Thohir usai melantik pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Kemenpora. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketum PSSI, Erick Thohir, merespons Presiden RI Prabowo Subianto yang mencari-cari dirinya terkait Timnas Indonesia. Sebab, Presiden Prabowo merasa resah karena Skuad Garuda kesulitan lolos ke ajang bergengsi sejagat raya tersebut.

Presiden Prabowo mengungkapkan keresahannya saat meluncurkan BBM baru B50 di Rest Area KM 57, Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7) kemarin. Dia heran Indonesia sulit menembus Piala Dunia, sementara kini Indonesia bisa memproduksi Biodiesel B50.

Dalam momen tersebut, Presiden Prabowo secara terang-terangan meminta Erick mencari formula agar Timnas Indonesia bisa menembus putaran final Piala Dunia. Selain itu, ia juga bertanya kepada Menteri Keuangan Purbayta Yudhi Sadewa mengenai langkah apa yang harus dilakukan demi merealisasikan Piala Dunia.

Erick pun kini merespons pernyataan Presiden Prabowo. Kata dia, ucapan yang disampaikan orang nomor satu di Indonesia itu sejatinya tidak hanya ditujukan pada cabang olahraga sepak bola saja, tapi untuk seluruh cabor yang mampu mengharumkan nama bangsa.

"Bapak Presiden secara simbolik pasti maksud dan tujuannya tidak hanya sepak bola, tetapi seluruh olahraga yang memberikan kontribusi yang luar biasa untuk national branding dan kehormatan. Kehormatan lho olahraga," kata Erick di Kantor Kemenpora, Jumat (10/7/2026).

Erick menjelaskan setiap cabang olahraga memiliki panggung prestasi masing-masing. Jika tolok ukur cabor lain identik dengan Olimpiade, maka sepak bola selalu dikaitkan dengan Piala Dunia.

"Yaitu salah satunya juara-juara Olimpiade. Memang kebetulan mohon maaf ini bukan kita membeda-bedakan, kalau cabang-cabang olahraga ketika berkompetisi, nah juaranya diingat di Olimpiade, betul enggak? Ini fair aja. Yang diingat Olimpiade. Cuman kalau sepak bola yang diingat ya dunianya, masuk Piala Dunianya," ujar Erick.

Lebih lanjut, Erick menegaskan bahwa pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, berkomitmen penuh menjaga keberlangsungan pemusatan latihan (Pelatnas). Itu semua demi Indonesia meraih prestasi di kancah dunia. Apalagi, terdapat agenda penting yang akan dilakoni tim Merah Putih seperti Asian Games, SEA Games, hingga Olimpiade.

"Jadi inilah kenapa kami mendorong pelatnas jangka panjang. Tidak mungkin persiapan Olimpiade 2032 baru disiapkan 2031, enggak mungkin. Tahun depan SEA Games, enggak ada pelatnas tahun ini, enggak mungkin," papar Erick.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore