
Ilustrasi skuad Borneo FC. (Istimewa)
JawaPos.com - Kabar terbaru dari kompetisi Asia menarik perhatian publik sepak bola Indonesia. Berdasar pengumuman resmi dari Asian Football Confederation, klub-klub asal Korea Utara dipastikan tidak akan tampil pada musim kompetisi Asia 2026/27 setelah gagal memenuhi persyaratan Lisensi Klub AFC.
Kondisi ini otomatis mengubah peta persaingan di zona Asia Timur pada ajang AFC Champions League Two. Absennya wakil Korea Utara membuat sejumlah pengamat menilai persaingan di grup timur menjadi lebih terbuka.
Salah satu klub yang disebut berpotensi diuntungkan adalah Borneo FC Samarinda. Klub asal Samarinda tersebut diprediksi tidak akan menghadapi banyak lawan kuat dari Asia Timur, sehingga peluang melangkah jauh hingga babak akhir semakin terbuka.
Baca Juga:Liga Singapura Buka Lowongan Pemain, Gaji Rp120 Juta per Bulan Jadi Sorotan Netizen Asia Tenggara
Dalam skenario yang beredar, kekuatan utama di zona timur ACGL musim tersebut diperkirakan hanya menyisakan beberapa tim dari Asia Tenggara dan kemungkinan wakil Filipina seperti Manila Digger, tergantung hasil playoff ACL Two. Hal ini membuat jalur Borneo FC menuju fase akhir menjadi relatif lebih ringan dibanding musim-musim sebelumnya.
Selain itu, musim 2026/27 juga disebut akan menjadi edisi spesial karena babak final zona Timur direncanakan digelar di wilayah Asia Timur. Faktor ini dianggap dapat memberikan keuntungan tambahan bagi tim yang mampu menjaga konsistensi sejak fase grup hingga knock out.
Namun demikian, peluang besar ini harus diimbangi dengan persiapan matang dari Borneo FC. Kedalaman skuad, pengalaman di level internasional, serta konsistensi performa akan menjadi faktor penentu jika ingin benar-benar memaksimalkan momentum emas tersebut.
Baca Juga:Baru Dilepas Persebaya, Gali Freitas Masuk Radar Kendal Tornado FC untuk Liga 2 Musim Depan
Menariknya, musim ini juga disebut sebagai salah satu edisi terakhir bagi beberapa klub Indonesia tampil di ACGL sebelum adanya perubahan format kompetisi pada 2027/28, di mana Indonesia akan memiliki lebih banyak wakil di AFC Champions League Two. Dengan situasi yang menguntungkan secara peta persaingan, publik sepak bola nasional tentu berharap Borneo FC Samarinda mampu menjawab ekspektasi tersebut.
Apalagi, kesempatan seperti ini tidak datang setiap musim, sehingga momen ini dianggap sebagai peluang emas untuk membawa pulang trofi ke Indonesia. Jika mampu menjaga fokus dan konsistensi, bukan tidak mungkin Borneo FC bisa menutup perjalanan di ACGL 2026/27 dengan catatan sejarah manis bagi sepak bola Indonesia.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
