Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2026 | 21.22 WIB

Analisis Timnas Indonesia vs Oman: Sentuhan John Herdman Mulai Terlihat di Lapangan

Pesepak bola Timnas Indonesia Calvin Verdonk saat pertandingan melawan Oman dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (5/6). (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Pesepak bola Timnas Indonesia Calvin Verdonk saat pertandingan melawan Oman dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (5/6). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan positif saat menghadapi Oman dalam laga Jumat (5/6) malam. Penampilan tersebut bahkan dinilai sebagai yang terbaik sejak tim ditangani pelatih asal Kanada John Herdman.

Meski baru menjalani tiga pertandingan bersama skuad Garuda, sejumlah perubahan yang dilakukan John Herdman mulai terlihat jelas, terutama dari sisi organisasi permainan dan pendekatan taktik yang diterapkan. Timnas Indonesia tampil lebih terstruktur, baik ketika menguasai bola maupun saat melakukan transisi bertahan.

Salah satu perubahan paling mencolok dari Timnas Indonesia adalah keputusan memainkan dua gelandang tengah murni secara bersamaan. Skema ini membuat keseimbangan tim lebih terjaga dibanding beberapa pertandingan sebelumnya. Distribusi bola dari lini tengah berjalan lebih lancar, sementara area pertahanan juga mendapatkan perlindungan yang lebih baik.

Kehadiran dua gelandang dengan tugas yang jelas membuat setiap lini bekerja lebih efektif. Pemain tidak lagi terlihat saling tumpang tindih dalam menjalankan peran, sehingga alur permainan Indonesia tampak lebih rapi dan terorganisasi.

Di sektor belakang, eksperimen menarik dilakukan terhadap Rizky Ridho. Bek yang selama ini dikenal solid dalam bertahan diberi kebebasan lebih untuk membantu serangan dari sisi kanan. 

Peran baru tersebut memberikan variasi dalam pola permainan Indonesia tanpa mengurangi kontribusinya saat bertahan. Perubahan lain yang cukup menarik terlihat di lini depan. Indonesia tidak memainkan penyerang murni sebagai ujung tombak.

Sebaliknya, Ole Romeny lebih sering turun ke area tengah untuk membuka ruang dan membantu proses pembangunan serangan. Pergerakan Ole membuat permainan Garuda terlihat lebih hidup. Dia mampu menghubungkan lini tengah dan lini depan dengan baik, sekaligus memberikan opsi tambahan bagi rekan-rekannya. 

Menariknya, meski lebih sering bergerak jauh dari kotak penalti, naluri mencetak golnya tetap terjaga. Beberapa peluang berhasil dikonversi menjadi gol penting bagi Indonesia.

Meski demikian, performa tim belum sepenuhnya sempurna. Masih terdapat beberapa aspek yang perlu dibenahi, mulai dari konsistensi permainan hingga efektivitas dalam memanfaatkan peluang. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore