
PSBS Biak saat menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo. PSBS tersandung masalah lisensi. (Dok. PSBS)
JawaPos.com - Sebanyak sembilan klub Championship 2025/2026 terancam menjalani kompetisi musim depan dengan poin minus. Hal tersebut berpotensi terjadi karena masing-masing klub tersandung masalah lisensi klub yang dilakukan oleh I.League.
Sebagaimana diketahui, I.League telah mengumumkan hasil Club Licensing Cycle 2025/2026 yang meliputi tiga kompetisi di Indonesia, yakni Super League, Championship, dan Liga Nusantara. Hasilnya pun beragam, karena tidak semua kontestan memenuhi lisensi klub.
Asep Saputra selaku Direktur Kompetisi I.League, mengungkapkan ada 12 klub Championship yang tidak mengantongi lisensi. Rinciannya, 11 klub Championship 2025/2026 dan satu klub Super League musim ini, yaitu PSBS Biak.
Adapun 11 klub Championship yang dimaksud adalah Persela Lamongan, Sumsel United, Persikad Depok, Persiraja Banda Aceh, Persiku Kudus, PSIS Semarang, Persiba Balikpapan, Persipal Palu, Kendal Tornado, Persekat Tegal, dan Sriwijaya FC. Ke-11 klub tersebut, kata Asep, tidak memenuhi kategori A, kriteria penilaian yang wajib dipenuhi tiap klub.
"Ada sekitar 11 ya, 11 klub yang tidak kita granted-kan karena masih ada aspek kriteria A yang tidak terpenuhi. Sesuai dengan regulasi, klub-klub yang gagal memenuhi A, kita sampaikan ada konsekuensi sanksi, yang nantinya memang belum akan kita proporsikan pada hukum di sana," kata Asep kepada wartawan, dikutip Jumat (15/5/2026).
Namun, dari 11 klub tersebut, tiga diantaranya telah terdepak ke Liga Nusantara. Yakni Persekat Tegal, Persipal Palu, dan Sriwijaya FC. Artinya, tinggal delapan klub yang akan kembali bermain di Championship musim depan dengan ancaman poin minus.
"Jadi kalau ditanya untuk musim yang akan datang, dari 11 klub yang tadi belum granted Championship, ada tiga klub terdegradasi ke Liga Nusantara. Jadi 11 dikurangi tiga, delapan klub yang lama," ungkap Asep.
Nah, PSBS Biak yang terdegradasi dari Super League juga terancam memulai kompetisi Championship musim depan dengan minus poin. Pasalnya, tim berjuluk Badai Pasifik itu bernasib sama dengan klub Championship lainnya, yakni gagal lolos lisensi.
"Bisa jadi, ya. Potensi (pengurangan poin) ya, karena kan bicara, regulasi sudah menyampaikan seperti itu, maka kalau sudah memenuhi yang A, ya ada potensi pengurangan," papar Asep.
Kendati demikian, Asep menjelaskan bahwa minus poin tersebut statusnya masih ancaman. Klub-klub yang sampai saat ini belum lolos lisensi, masih bisa melakukan banding agar memulai kompetisi musim depan dengan nol poin, tidak minus poin.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
