
Selebrasi pemain Persebaya Surabaya usai mencetak gol ke gawang PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya menunjukkan dua wajah kontras saat menghancurkan PSBS Biak dengan skor telak 4-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (2/5/2026). Sempat mandek di babak pertama, Green Force justru menggila selepas jeda dan mengunci kemenangan meyakinkan.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya Surabaya langsung menekan pertahanan PSBS Biak. Peluang demi peluang tercipta, namun penyelesaian akhir belum cukup tajam untuk membuka keunggulan.
Memasuki pertengahan babak pertama, ritme permainan mulai menurun dan aliran bola menjadi terlalu lambat. Situasi ini membuat serangan mudah ditebak dan memberi celah bagi lawan untuk membaca arah permainan.
Baca Juga:Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
Kondisi tersebut dimanfaatkan PSBS Biak untuk keluar dari tekanan. Mereka beberapa kali mengancam melalui skema transisi cepat dan bola mati yang cukup merepotkan lini belakang Persebaya Surabaya.
Beruntung, koordinasi lini pertahanan masih cukup solid untuk meredam ancaman. Hingga turun minum, skor tetap bertahan tanpa gol meski Persebaya Surabaya mendominasi penguasaan bola.
Pelatih Bernardo Tavares tak menampik timnya mengalami kesulitan di babak pertama. Ia menilai intensitas permainan anak asuhnya belum sesuai dengan rencana awal.
“Ini bukan pertandingan yang mudah. Kami punya peluang di awal tapi tidak menjadi gol. Setelah itu mereka punya satu-dua transisi dan bola mati yang berbahaya,” ujar Coach Tavares dalam sesi konferensi pers seusai laga.
Masuk ke babak kedua, perubahan langsung terlihat dari cara bermain Persebaya Surabaya. Tempo dinaikkan, distribusi bola dipercepat, dan pergerakan tanpa bola menjadi jauh lebih dinamis.
Perubahan pendekatan itu langsung berdampak nyata di lapangan. Gol pertama akhirnya lahir dan menjadi momentum penting yang mengubah arah pertandingan secara keseluruhan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
