
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, dipusingkan dengan cedera sejumlah pemainnya jelang menghadapi Madura United. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Performa Persebaya Surabaya akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. Inkonsistensi yang ditunjukkan oleh Francisco Rivera CS berakibat fatal, hingga membuat Green Force semakin jauh untuk menembus zona lima besar.
Padahal, Persebaya sudah melakukan pergantian pelatih dari Eduardo Perez pada awal musim ini ke Bernardo Tavares sejak Januari lalu. Namun, sejauh ini belum menunjukkan hasil signifikan.
Terkini, Persebaya malah dua kali berturut-turut menelan kekalahan, yaitu dari tuan rumah Persija Jakarta (3-0) dan takluk di Stadion Gelora Bung Tomo dari Madura United (1-2) dalam laga bertajuk Derbi Suramadu.
Ternyata, jika melihat dari track record Persebaya, pergantian pelatih di paruh musim justru kerap kali berakhir dengan hasil yang kurang memuaskan, setidaknya dalam tiga musim terakhir.
Misalnya pada musim 2023/2024. Kala itu, Paul Munster masuk menggantikan Josep Gombau yang juga baru melatih Persebaya pada pertengahan putaran pertama. Hasilnya, penampilan Green Force angin-anginan, bahkan nyaris masuk zona degradasi, namun akhirnya finish di peringkat 12.
Hal yang sama tampaknya juga bisa menimpa Bernardo Tavares musim ini. Meski tidak sampai jeblok hingga terperosok ke papan bawah, namun Persebaya tampaknya akan kesulitan menembus lima besar dan bisa-bisa finish di papan tengah jika performanya tak kunjung membaik.
Bagaimana tidak, pertahanan mereka saja saat ini mengkhawatirkan. Dari 12 pertandingan di bawah asuhan Tavares, Green Force sudah kebobolan 20 gol! Tentu hal ini jauh dari ekspektasi Bonek maupun manajemen klub karena masuknya Tavares yang sudah berpengalaman membawa PSM Makassar juara Liga 1 diharapkan bisa mengkatrol posisi Persebaya ke papan atas.
Pertahanan yang buruk itu sayangnya tidak diimbangi dengan produktivitas gol Green Force. Misalnya saat menghadapi tim papan bawah Madura United pada akhir pekan kemarin, Persebaya mencatatkan 23 tembakan, enam diantaranya berupa shoot on gol, dan hanya satu yang berbuah gol.
Tavares sendiri mengakui bahwa rendahnya produktivitas gol timnya merupakan salah satu pekerjaan rumah yang harus dituntaskan dan diperbaiki untuk laga-laga berikutnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
