
Pemain Persebaya Surabaya gagal memaksimalkan peluang saat menghadapi Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)
JawaPos.com — Dominasi tanpa hasil menjadi cerita pahit bagi Persebaya Surabaya saat menjamu Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo. Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri, Green Force harus mengakui keunggulan tamu dengan skor 1-2.
Hasil ini terasa menyakitkan karena Persebaya Surabaya sejatinya tampil lebih dominan sepanjang pertandingan. Namun, efektivitas menjadi pembeda utama yang tak mampu mereka kejar hingga peluit panjang berbunyi.
Secara statistik, Persebaya Surabaya mencatatkan penguasaan bola mencapai 72 persen sepanjang laga. Mereka juga melepaskan total 23 tembakan dengan enam di antaranya tepat sasaran ke gawang lawan.
Baca Juga:Bikin Bonek Menangis! Rakhmat Basuki Bongkar Cara Madura United Permalukan Persebaya Surabaya
Sayangnya, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan hasil akhir yang didapatkan. Sementara itu, Madura United tampil jauh lebih efisien dalam memanfaatkan peluang yang terbatas.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tak menampik persoalan klasik yang kembali muncul dalam timnya. Penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera dibenahi.
“Memang ini menjadi masalah ketika kami tidak bisa mencetak gol. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi akurasinya masih kurang. Itu yang harus kami perbaiki,” ujarnya dalam sesi konferensi pers seusai laga.
Ia menilai anak asuhnya sebenarnya menunjukkan perkembangan signifikan, terutama saat memasuki babak kedua. Intensitas serangan meningkat dan tekanan ke lini pertahanan lawan terlihat semakin kuat.
“Di babak kedua saya pikir kami menciptakan banyak peluang dan dinamika permainan yang baik. Tetapi terkadang kami kurang beruntung. Ada tembakan yang diblok, ada yang keluar, atau peluang yang tidak berbuah gol,” lanjutnya.
Masalah efektivitas ini, menurut Tavares, bukan hanya dialami oleh timnya saja. Fenomena serupa juga kerap terjadi dalam sepak bola modern, bahkan di level tertinggi sekalipun.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
