Flavio Silva merayakan gol bersama Kaizer Chiefs saat performanya justru meningkat usai meninggalkan Persebaya Surabaya. (Dok. Instagram/@flaviosilvaa_9)
JawaPos.com — Performa tajam Flavio Silva usai meninggalkan Persebaya Surabaya menjadi sorotan tajam di tengah mandulnya lini depan Green Force musim ini. Striker asal Portugal itu justru menemukan ketajamannya bersama Kaizer Chiefs di Liga Afrika Selatan.
Situasi ini berbanding terbalik dengan kondisi Persebaya Surabaya yang masih kesulitan mencetak gol secara konsisten. Kehilangan sosok Flavio Silva kini terasa makin nyata, terutama saat tim kerap buntu di depan gawang lawan.
Flavio Silva seperti membuktikan bahwa kualitasnya belum habis setelah dilepas Persebaya Surabaya pada awal musim. Bersama Kaizer Chiefs, ia sudah mengoleksi 6 gol dan 1 assist dari 15 pertandingan di musim 2025/2026.
Jika ditotal sejak bergabung pada 1 Juli 2025, Flavio Silva sudah mencetak 9 gol dan 1 assist dari 25 laga. Catatan itu jauh lebih efisien dibanding saat ia masih berseragam Persebaya Surabaya.
Bersama Persebaya Surabaya, Flavio Silva membutuhkan 33 pertandingan untuk mencetak 9 gol dan 2 assist di kompetisi domestik. Kini, produktivitasnya meningkat drastis dalam waktu yang lebih singkat.
Ketajaman itu bahkan terlihat konsisten dalam beberapa pertandingan terakhir bersama Kaizer Chiefs. Flavio Silva tampak lebih percaya diri dan klinis dalam menyelesaikan peluang di depan gawang.
“Main bagus, tiga poin, cetak gol, istirahat bagus, besok lagi,” tulis Flavio Silva di kanal Instagram pribadinya. Ungkapan singkat itu mencerminkan performa positif yang sedang ia nikmati saat ini.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya justru menghadapi persoalan serius di lini depan. Duet Bruno Paraiba dan Mihailo Perovic belum mampu menjadi solusi ketika tim membutuhkan gol.
Masalah tersebut terlihat jelas saat Persebaya Surabaya menghadapi Persija Jakarta pada pekan ke-27 Super League Indonesia 2025/2026.
Dalam laga itu, Green Force harus menelan kekalahan telak 0-3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Lebih memprihatinkan, Persebaya Surabaya tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Padahal, mereka memiliki 10 percobaan tembakan yang semuanya gagal mengarah ke gawang.
Statistik menunjukkan betapa tumpulnya lini depan Persebaya Surabaya dalam laga tersebut. Minimnya efektivitas menjadi masalah utama yang belum juga terpecahkan hingga saat ini.
Pelatih Bernardo Tavares pun menyoroti faktor mental sebagai salah satu penyebab utama performa buruk timnya. Ia menilai gol cepat dari Persija Jakarta membuat para pemain kehilangan fokus.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
