
Kurniawan Dwi Yulianto pimpin Timnas Indonesia U-17 di ASEAN U-17 2026 dengan fokus pada mental dan efektivitas permainan. (Dok. PSSI)
JawaPos.com — Persiapan Timnas Indonesia U-17 menuju ASEAN U-17 2026 mulai memasuki fase krusial dengan berbagai evaluasi penting. Sang pelatih, Kurniawan Dwi Yulianto, akhirnya angkat bicara dan membongkar kondisi terkini skuadnya secara terbuka.
Dalam sejumlah uji coba internasional, Garuda Muda memang belum sepenuhnya konsisten dalam meraih hasil maksimal. Namun, di balik itu, Kurniawan melihat adanya perkembangan signifikan yang patut diapresiasi.
"Peningkatan terlihat dari aspek mental bertanding dan penguasaan bola setelah menghadapi sejumlah tim kuat, ada progres yang sangat memuaskan bagi penilaian kami, terutama masalah mental bertanding dan penguasaan bola," kata Kurniawan, Kamis (9/4/2026).
Pernyataan itu menjadi sinyal tim ini sedang dibangun dengan fondasi yang lebih matang.
Mental bertanding menjadi sorotan utama dalam proses pembentukan karakter tim. Menghadapi lawan kuat seperti Korea Selatan, India, dan Thailand membuat pemain mulai terbiasa bermain dalam tekanan tinggi.
Selain mental, penguasaan bola juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini menjadi modal penting jika Timnas Indonesia U-17 ingin bersaing di level Asia yang menuntut kualitas teknis tinggi.
Meski demikian, Kurniawan tak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan yang masih menghantui timnya. Salah satu yang paling disorot adalah kesalahan individu yang kerap berujung fatal.
Kesalahan kecil di level internasional bisa berakibat besar dan sulit diperbaiki. Karena itu, ia menegaskan pemain harus lebih disiplin dan fokus sepanjang pertandingan.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan kesalahan individual tidak boleh lagi terjadi jika ingin bersaing lebih jauh. Standar permainan di Asia jauh lebih ketat dan tidak memberi banyak ruang untuk kelengahan.
Selain sektor pertahanan, lini serang juga menjadi perhatian serius. Meski mampu menciptakan banyak peluang, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
