
Striker Timnas Indonesia Ramadhan Sananta dikaitkan dengan Persebaya Surabaya di tengah krisis lini depan Green Force musim ini. (PSSI)
JawaPos.com–Kekalahan telak Persebaya Surabaya dari Borneo FC Samarinda menyisakan banyak pekerjaan rumah, terutama di lini depan. Green Force tak hanya kalah, tetapi juga memperlihatkan betapa tumpulnya sektor serang sepanjang musim ini.
Pertandingan di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (9/3), berakhir dengan skor mencolok 5-1. Hasil itu semakin menegaskan masalah besar yang sudah lama disorot Bonek dan Bonita: Persebaya Surabaya kekurangan striker tajam.
Lima gol tim tuan rumah dicetak oleh empat pemain berbeda. Mereka adalah Juan Villa pada menit ke-15 dan 59, Mariano Peralta menit ke-62, Koldo Obieta menit ke-68, serta Marcos Astina di masa injury time. Persebaya Surabaya hanya mampu mencetak satu gol hiburan melalui bek asal Brasil, Leo Lelis pada menit ke-73.
Baca Juga:Kontrak 9 Pemain Persebaya Surabaya Habis Pertengahan 2026! Potensi Cuci Gudang Era Bernardo Tavares
Fakta itu membuat sorotan publik langsung tertuju ke sektor depan Green Force yang dinilai kurang tajam. Sebagian Bonek memilih legowo menerima kekalahan tersebut sebagai bagian dari dinamika sepak bola. Namun kritik keras tetap bermunculan, terutama karena lini depan dinilai terlalu bergantung pada beberapa pemain saja.
Absennya striker utama Mihailo Perovic akibat cedera disebut menjadi faktor krusial. Tanpa kehadiran target man murni, aliran bola di lini serang terlihat kehilangan arah.
Situasi semakin pelik karena Persebaya Surabaya memang tidak memiliki banyak opsi striker musim ini. Praktis hanya Perovic yang berstatus penyerang tengah murni.
Ketika Perovic cedera, Green Force seolah kehilangan titik tumpu serangan. Serangan lebih sering bergantung pada kreativitas lini tengah ketimbang penyelesaian akhir yang mematikan.
Data statistik juga memperlihatkan ketimpangan yang cukup mencolok. Produktivitas gol pemain depan Persebaya Surabaya tertinggal jauh dibandingkan klub papan atas lainnya.
Malut United FC mencatatkan 33 gol dari lini depan dan total 51 gol sepanjang musim. Produktivitas itu menjadi salah satu kunci mereka bersaing di papan atas klasemen.
Sementara Persija Jakarta mencatatkan 34 gol dari lini depan. Angka tersebut menyumbang total 44 gol tim sejauh musim berjalan.
Produktivitas serupa juga dimiliki Persib Bandung yang memiliki 29 gol dari penyerang mereka. Total gol tim asal Bandung itu mencapai 42 gol.
Tim yang baru saja mengalahkan Persebaya Surabaya juga tak kalah tajam. Borneo FC Samarinda mencetak 29 gol dari lini depan dengan total 47 gol musim ini.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
