Mikael Tata dan Kakang Rudianto menyerukan perdamaian serta menolak rasisme di sepak bola Indonesia melalui APPI. (APPI)
JawaPos.com - Persoalan rasisme di sepak bola Indonesia masih saja terjadi. Terbaru, Mikael Alfredo Tata (Persebaya) dan Kakang Rudianto (Persib) menjadi korban perilaku tak pantas oleh oknum di sosial media. Kedua pemain muda tersebut mendapatkan komentar bernada rasis pasca laga Persebaya Surabaya menghadapi Persib Bandung, Selasa, (3/3).
Ujaran rasisme kepada Tata dan Kakang diduga dipicu karena kedua pemain sempat bersitegang di lapangan hijau saat pertandingan berlangsung. Duel klasik dua tim besar tersebut berakhir imbang 2-2.
Berdasarkan pantauan di kolom komentar akun Instagram @alfredotata15 dan @Kakangrudianto33, ujaran rasisme dan kebencian dituliskan oleh oknum warganet menggunakan kalimat maupun gambar bernada rasis.
Ramainya isu rasisme yang diterima oleh pemainnya membuat Persebaya Surabaya langsung memberikan tanggapan. Dikutip dari akun resmi klub, manajemen telah melaporkan kejadian tersebut kepada APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia) dan operator liga, I League.
"Sepak bola bukan hanya adu strategi dan gengsi di atas lapangan. Ia adalah tempat untuk saling mengenal dan bertemu antar sesama, pemain, official, pelatih, juga sesama pecinta sepak bola. Tempat di mana perbedaan latar belakang, warna kulit, maupun identitas, tak pernah menjadi alasan untuk direndahkan," tulis akun Instagram @officialpersebaya.
"Saat ini, defender Persebaya Mikael Alfredo Tata mengalami deraan rasisme yang bertubi-tubi. Manajemen sudah melakukan pelaporan kepada APPI dan I League untuk penanganan lebih lanjut," pungkas akun tersebut.
Kubu Persib Bandung juga memberikan tanggapan mengenai kejadian rasisme yang diterima oleh Kakang Rudianto. Mereka berada di sisi Kakang maupun Tata atas situasi kurang menyenangkan tersebut.
Mari bersama-sama hentikan perilaku dan ucapan bernada rasisme kepada siapapun demi kemajuan sepak bola Indonesia!

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
