
Aksi Kakang Rudianto saat Persib Bandung menghadapi Persebaya Surabaya. (Dok. Persib)
JawaPos.com - Rasisme menjadi isu yang harus mendapat perhatian dan tindakan serius dalam persepakbolaan Indonesia, karena selama musim ini berjalan, sejumlah tindakan rasisme di media sosial yang menyasar pemain kerap terjadi.
Terkini, pasca laga panas antara Persebaya Surabaya kontra Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo Senin (2/3) lalu, terungkap bahwa dua pemain lokal dari masing-masing tim, yaitu Mikael Tata dan kakang Rudianto mendapat ujaran rasisme di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, pihak Persib mengeluarkan statement resmi melalui laman websitenya. Dalam pernyataanya, Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan menegaskan sangat menaruh perhatian terhadap tindakan tercela itu.
"Kami menaruh perhatian serius terhadap serangan bernuansa rasis yang diarahkan kepada dua pemain muda Indonesia, Mikael Alfredo Tata dan Kakang Rudianto, melalui media sosial," tulisnya.
Menurut Adhitia, sepakbola seharusnya menjadi ruang untuk saling menghargai, bukannya malah menjadi sarana menyebarkan kebencian. Kritik tidaklah dilarang, tetapi jangan sampai menyinggung identitas ras pemain karena hal itu sudah tindakan diluar batas.
"Kami ingin menegaskan bahwa Persib berdiri bersama Kakang Rudianto dan juga memberikan dukungan moral kepada Mikael Alfredo Tata. Kedua pemain tersebut adalah bagian dari generasi muda sepakbola Indonesia yang sedang berkembang dan mereka berhak mendapatkan lingkungan yang sehat, aman, serta penuh respek untuk terus bertumbuh," lanjutnya.
Ia juga yakin Bobotoh dan Bonek sejati akan mencintai sepak bola dengan cara yang bermartabat. Maka, dengan adanya isu rasisme ini, ia berharap kedua belah pihak penonton tidak terpancing emosi oleh tindakan dari oknum tersebut.
Maung Bandung juga mendukung sepenuhnya tindakan-tindakan yang menolak diskriminasi dan berharap kedepannya tindakan saling menghormati bisa semakin membawa persepakbolaan Indonesia terus tumbuh dan berkembang
"Kepada Kakang dan Tata, kalian tidak sendirian. Sepakbola yang sehat adalah sepakbola yang melindungi para pemainnya, dan kami akan selalu berdiri di sisi itu," tutup pernyataan resmi tersebut.
Sebelumnya, pihak Persebaya juga telah mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi rasisme tersebut. Sama halnya dengan Persib, Green Force dengan tegas menentang rasisme dan tindakan tersebut tidak layak untuk mewarnai persepakbolaan di seluruh dunia.
Pihak Persebaya juga telah melaporkan ujaran rasisme di media sosial yang menimpa Mikael Tata kepada Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dan operator liga, ILeague.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
