
Duel dua kiper Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata dan Ernando Ari, menjadi sorotan utama jelang laga Borneo FC vs Persebaya di Stadion Segiri Samarinda. (Instagram @maartenpaes)
JawaPos.com — Laga Borneo FC kontra Persebaya Surabaya pada pekan ke-25 Super League 2025/2026 dipastikan menghadirkan duel menarik di bawah mistar gawang. Pertandingan yang digelar Sabtu, 7 Maret 2026 di Stadion Segiri Samarinda itu mempertemukan dua kiper terbaik Indonesia saat ini: Nadeo Argawinata dan Ernando Ari.
Pertemuan Borneo FC dan Persebaya Surabaya memang selalu sarat gengsi, tetapi kali ini sorotan juga tertuju pada duel dua penjaga gawang andalan Timnas Indonesia tersebut.
Keduanya tampil konsisten sepanjang musim dan menjadi tulang punggung pertahanan masing-masing tim.
Statistik Super League musim ini menunjukkan betapa pentingnya peran kiper dalam menjaga stabilitas tim. Dalam daftar lima kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak, dua nama dari laga ini masuk jajaran teratas.
Mike Hauptmeijer dari Bali United memimpin daftar dengan 90 penyelamatan dari 23 pertandingan. Tepat di bawahnya ada Nadeo Argawinata dari Borneo FC yang mencatatkan 87 penyelamatan sepanjang musim.
Posisi ketiga ditempati Aldo Geraldo Manuel Monteiro dari PSBS Biak dengan 81 penyelamatan. Sementara Ernando Ari dari Persebaya Surabaya berada di posisi keempat dengan 77 penyelamatan dari 22 pertandingan.
Daftar lima besar ditutup oleh Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta yang mengoleksi 74 penyelamatan musim ini. Statistik tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan para penjaga gawang di Super League.
Nadeo Argawinata tampil sebagai salah satu kiper paling stabil bersama Borneo FC musim ini. Dari 23 pertandingan yang ia jalani sebagai starter, kiper Timnas Indonesia itu bermain penuh selama 2.070 menit.
Catatan kebobolan Nadeo juga tergolong solid dengan rata-rata satu gol per pertandingan. Ia mencatatkan delapan clean sheets yang membantu Borneo FC tetap kompetitif di papan klasemen.
Kemampuan penyelamatan Nadeo menjadi salah satu keunggulan utama yang dimiliki Pesut Etam. Ia mencatatkan rata-rata 3,4 penyelamatan per pertandingan dengan tingkat keberhasilan mencapai 77 persen.
Angka tersebut menunjukkan Nadeo bukan hanya sibuk di bawah mistar, tetapi juga efektif saat menghadapi ancaman lawan. Konsistensi itu membuatnya menjadi salah satu penjaga gawang paling berpengaruh musim ini.
Selain piawai menepis tembakan, Nadeo juga berperan penting dalam membangun serangan dari belakang. Ia mencatatkan akurasi operan mencapai 92 persen dengan rata-rata 13,9 operan akurat per pertandingan.
Statistik itu menunjukkan peran Nadeo sebagai kiper modern yang terlibat aktif dalam build-up permainan. Borneo FC kerap memulai serangan dari kaki sang penjaga gawang sebelum mengalir ke lini tengah.
Distribusi bola panjang Nadeo juga cukup baik dengan akurasi 59 persen. Meski tidak selalu menjadi pilihan utama, bola panjang tersebut kerap membantu tim membuka ruang saat berada di bawah tekanan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
