
Ernando Ari merayakan 100 penampilan bersama Persebaya dengan tekad membawa Green Force meraih gelar juara. (Persebaya)
JawaPos.com — 100 laga Ernando Ari di Persebaya Surabaya bukan sekadar angka statistik di papan pertandingan. Capaian itu menjadi simbol perjalanan panjang talenta lokal yang tumbuh, ditempa, lalu dipercaya menjaga gawang klub kebanggaan Kota Pahlawan.
Seratus penampilan tidak lahir dari kebetulan atau keberuntungan sesaat. Di baliknya ada latihan keras, tekanan yang tak selalu terlihat, serta komitmen menjawab ekspektasi yang terus mengiringi setiap laga.
Bagi Ernando Ari Sutaryadi, angka 100 terasa begitu emosional dan penuh makna.
Ia menyebutnya sebagai rangkuman dari kerja keras, kesabaran, serta kepercayaan yang dijaga sejak pertama mengenakan seragam Persebaya Surabaya.
“Saya sangat bahagia dan bangga bisa mencatatkan 100 penampilan bersama Persebaya. Ini bukan perjalanan yang singkat, dan saya sangat bersyukur bisa terus dipercaya serta membantu tim sejauh ini,” ungkap Ernando.
Perjalanan kiper yang akrab disapa Nando itu bermula dari Elite Pro Academy Persebaya Surabaya.
Di level pembinaan, ia belajar memahami tekanan pertandingan, memperkuat mental, serta mengasah refleks dan ketenangan di bawah mistar.
Fondasi kariernya dibangun pelan namun kokoh dari kompetisi usia muda. Proses panjang itu membentuk karakter sekaligus mentalitasnya sebelum benar-benar terjun di level profesional.
Kesempatan tampil di tim senior datang pada Super League 2021/2022.
Debutnya terjadi saat Persebaya Surabaya menghadapi Borneo FC Samarinda, laga yang menjadi pintu masuk babak baru dalam hidupnya sebagai pesepak bola profesional.
Sejak saat itu, Ernando tak berhenti berproses dan belajar dari setiap situasi. Ia bersaing sehat, memperbaiki kesalahan, lalu memanfaatkan peluang yang datang hingga akhirnya mengamankan posisi sebagai kiper utama.
Kepercayaan demi kepercayaan mulai ia kumpulkan, perlahan namun pasti. Dalam perjalanannya menuju 100 laga, ada satu momen yang selalu ia kenang sebagai titik penting pembuktian diri.
Laga penuh tensi kontra Arema FC pada pekan ke-33 Super League 2022/2023 di Stadion PTIK menjadi salah satu momen paling emosional.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
