
Omid Popalzay pemain Persiraja. (Istimewa)
JawaPos.com - Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi gelandang kreatif Omid Popalzay. Pemain yang kini memperkuat Persiraja Banda Aceh itu untuk pertama kalinya merasakan suasana bulan suci di Aceh bersama keluarganya.
Bagi Popalzay, pengalaman ini bukan sekadar menjalani ibadah puasa seperti biasa. Ia merasakan atmosfer yang jauh lebih kuat dan menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Menurutnya, nuansa religius di Tanah Rencong begitu terasa sejak pagi hingga malam.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat baik. Semuanya terasa jauh lebih mudah karena melihat orang-orang di sekitar berpuasa, salat, dan benar-benar sibuk dengan Ramadan,” ujarnya dikutip dari ileague.id.
Pemain tim nasional Afghanistan itu mengakui, suasana Ramadan di Aceh berbeda dibandingkan kota lain tempat ia pernah tinggal di Indonesia seperti Bekasi dan Bogor.
Di sana, aktivitas masyarakat cenderung berjalan normal tanpa banyak perubahan jam operasional.
Sebaliknya di Aceh, ritme kehidupan berubah mengikuti waktu ibadah.
Sejumlah toko tutup di jam tertentu dan baru kembali beroperasi setelah waktu berbuka atau salat tarawih. Kondisi ini sempat membuatnya harus beradaptasi di awal kedatangannya.
“Di Aceh ada waktu-waktu tertentu ketika toko tutup dan kapan buka kembali. Jadi saya harus membiasakan diri karena belum terbiasa dengan kondisi seperti itu,” katanya.
Meski demikian, proses adaptasi tersebut justru menjadi pengalaman yang berkesan bagi Popalzay dan keluarganya. Ia menilai perubahan ritme itu membuat suasana Ramadan terasa lebih hidup dan terarah. Semua orang seperti memiliki tujuan yang sama dalam menjalani hari.
Momen yang paling ia tunggu tentu saja saat berbuka puasa. Popalzay mengaku sangat menikmati suasana restoran di Banda Aceh menjelang magrib. Hampir semua tempat makan dipenuhi warga yang menanti azan berkumandang.
“Saat berbuka, semua restoran penuh dan suasananya luar biasa. Saya dan keluarga sangat menyukainya,” tuturnya.
Soal menu, Popalzay punya pilihan favorit. Ia selalu memulai berbuka dengan soto Betawi sebelum melanjutkan dengan nasi atau bihun yang dipadukan ayam maupun lauk lainnya.
“Saya suka nasi atau bihun dengan ayam atau apa saja, tapi harus nasi atau bihun,” ujarnya sambil tersenyum.
Ramadan perdana di Aceh menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Popalzay. Tak hanya memperdalam makna ibadah, tetapi juga memperkaya perjalanannya sebagai pemain asing yang kini menjadi bagian dari keluarga besar Persiraja Banda Aceh.
Kebersamaan, adaptasi budaya, dan hangatnya suasana berbuka menjadi cerita baru dalam kariernya di Indonesia.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
