
Winger Semen Padang Kasim Botan. (Istimewa)
JawaPos.com–Semen Padang FC akan menghadapi laga penting saat menjamu PSIM Jogjakarta pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/26. Duel yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Rabu (4/3) malam, menjadi momen spesial bagi Kasim Botan.
Winger Semen Padang Kasim Botan datang dengan motivasi berlipat. Maklum, PSIM adalah klub yang sempat dia bela pada putaran pertama super league musim ini.
Namun, kiprah di PSIM Jogjakarta tak berjalan sesuai harapan. Kasim Botan hanya sekali tampil, tepatnya pada pekan ke-9 saat PSIM bertandang ke Tangerang menghadapi Persita. Saat itu, Kasim hanya mendapat kesempatan bermain selama delapan menit.
Selepas laga tersebut, Kasim Botan lebih sering absen dari daftar susunan pemain atau sekadar menghuni bangku Cadangan PSIM. Situasi itu membuatnya memilih hengkang di putaran kedua dan menerima pinangan Semen Padang.
Kini, pertemuan dengan mantan klub justru menjadi bahan bakar tambahan bagi pemain berusia 28 tahun tersebut. ”Kami pemain sudah siap bertanding lawan PSIM. Pelatih sudah siapkan taktik dan strategi. Semoga kami bisa dapat tiga poin untuk pertandingan nanti,” ujar Kasim.
Dia tak menampik laga ini terasa berbeda. Menghadapi tim yang pernah dia bela, ada dorongan tersendiri untuk membuktikan diri.
”Sebagai mantan pemain PSIM, tentu laga nanti jadi motivasi saya untuk membuktikan kualitas,” tegas Kasim Botan dikutip dari ileague.id.
Bagi Semen Padang, pertandingan ini bukan sekadar soal gengsi. Tim berjuluk Kabau Sirah masih berkutat di dasar klasemen. Hingga pekan ke-23, mereka baru mengoleksi 16 poin, jumlah yang sama dengan Persis Solo di peringkat ke-17. Di atasnya, PSBS Biak mengumpulkan 18 poin dan Persijap Jepara 19 poin.
Secara matematis, kemenangan atas PSIM bisa membuka peluang Semen Padang keluar dari zona degradasi. Tambahan tiga poin akan membuat persaingan papan bawah semakin ketat dan memberi napas baru bagi tim merah kebanggaan Ranah Minang itu.
Dukungan suporter di Stadion Haji Agus Salim diharapkan menjadi energi tambahan. Dalam situasi tertekan, laga kandang menjadi kesempatan emas untuk bangkit. Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Kasim Botan dan rekan-rekannya menjawab tantangan di lapangan.
