Persebaya Surabaya wajib bangkit dan kalahkan PSM Makassar di GBT. (Persebaya)
JawaPos.com–Pembuktian Bernardo Tavares tak miskin taktik akan tersaji saat Persebaya Surabaya menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2). Laga pekan ke-23 Super League 2025/2026 itu menjadi momentum wajib bagi Green Force untuk bangkit sekaligus meredam kritik tajam Bonek.
Persebaya Surabaya harus segera move on setelah dipermalukan Persijap Jepara dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2). Kekalahan tersebut tak hanya menyakitkan, tetapi juga memunculkan tanda tanya besar terhadap racikan strategi sang pelatih Bernardo Tavares.
Tiga gol Persijap dicetak lewat brace Iker Guarrotxena pada menit ke-32 dan 90+12’, serta Alexis Gomez menit ke-71. Sementara satu-satunya gol hiburan Persebaya Surabaya lahir dari titik putih lewat Bruno Moreira pada menit 90+2’.
Situasi makin pahit karena Persebaya Surabaya harus kehilangan Rachmat Irianto pada menit ke-86. Absennya gelandang andalan itu jelas mengganggu keseimbangan lini tengah yang selama ini jadi salah satu kekuatan utama.
Imbas hasil minor tersebut, Persebaya Surabaya gagal memangkas jarak dari Malut United di papan atas klasemen. Malut United justru menjauh setelah mencuri hasil imbang dramatis 2-2 di markas Semen Padang.
Kini Persebaya Surabaya tertahan di posisi kelima dengan 35 poin dari 22 pertandingan. Selisih enam angka dari Malut United di peringkat keempat membuat persaingan menuju zona atas makin ketat.
Ancaman lain datang dari Persita Tangerang yang memiliki poin identik, 35 angka. Jika Persita mampu mencuri minimal satu poin saat bertandang ke markas Persib Bandung, posisi Persebaya Surabaya bisa tergeser.
Tekanan klasemen itu diperparah dengan derasnya kritik dari suporter setia, Bonek. Seusai laga di Jepara, kolom komentar media sosial Persebaya Surabaya langsung dibanjiri evaluasi tajam.
Sorotan paling keras mengarah kepada pelatih kepala, Bernardo Tavares. Sosok yang sempat dipuji karena membawa tren unbeaten dalam empat laga awal kini dituntut menunjukkan variasi taktik.
Bonek mulai jengah dengan pola long ball yang dianggap terlalu dominan. Padahal, strategi itu sempat efektif dengan memaksimalkan dua winger cepat Persebaya Surabaya.
”Bener jare suporter PSM lak BT strategine cuma ngandalno longball digendong Pluim ambek Sayuri bersaudara.. Gk ngoros aku maido!!! Ayo!!” tulis salah satu Bonek.
Komentar tersebut menyiratkan keraguan terhadap fleksibilitas taktik yang diterapkan. Komentar lain tak kalah pedas. ”long ball enjoyaza,” tulis yang lain.
Kritik singkat itu menegaskan kejenuhan suporter terhadap pola permainan yang dianggap monoton. ”Kontenmu apik, mainmu elek,” ungkap Bonek lainnya. Kalimat sederhana itu seperti menampar keras performa tim di atas lapangan.
Bonek lain juga menyindir. ”Terusno mekso longball , hmm kon yo,” tutur Bonek.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
