Persijap Jepara punya kelemahan yang bisa jadi keuntungan bagi Persebaya Surabaya. (Dok. Persijap)
JawaPos.com - Mario Lemos yang mengungkap kelemahan Persijap Jepara jelang menjamu Persebaya Surabaya di Gelora Bumi Kartini jadi sorotan jelang bentrok panas pekan ke-22 Super League 2025/2026. Duel Sabtu (21/2) ini (kickoff 20.30 WIB) dipastikan menyajikan tensi tinggi bagi tuan rumah yang sedang berjuang keluar dari zona merah.
Persijap Jepara memang tidak dalam posisi ideal saat menjamu Persebaya Surabaya. Laskar Kalinyamat masih tercecer di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 15 poin dari 21 laga. Sementara itu, Green Force kini bertengger di posisi kelima dengan raihan 35 poin.
Meski begitu, kepercayaan diri tetap terpancar dari kubu tuan rumah. Laga ini juga spesial karena menjadi debut kedua Mario Lemos sebagai pelatih kepala Persijap setelah kembali bertukar posisi dengan Divaldo Alves yang kini menjabat Direktur Teknik.
Mario Lemos sadar betul laga melawan Persebaya Surabaya bukan ujian ringan. Namun, pelatih asal Portugal itu menegaskan kesiapan timnya menghadapi tantangan besar tersebut.
“Persiapan tim sangat baik. Laga lawan Persebaya adalah pertandingan tak mudah. Namun yang pasti, semua pemain sudah tahu tugasnya masing-masing. Semua pemain siap untuk pertandingan besok,” kata Mario Lemos pada sesi Pre Match Press Conference, Jumat (20/2) malam.
Kesiapan itu bakal diuji setelah Persijap baru saja menelan kekalahan telak 0-4 dari Malut United di Ternate pada laga sebelumnya. Hasil tersebut jadi alarm keras bagi Mario Lemos untuk segera membenahi sektor pertahanan dan transisi permainan.
Empat gol yang bersarang ke gawang Persijap menunjukkan ada celah serius yang harus ditutup. Terutama dalam hal transisi bertahan ke menyerang maupun sebaliknya yang dinilai belum berjalan seimbang.
“Di laga terakhir, kita kebobolan empat gol. Ini jadi pekerjaan rumah. Kita harus bisa bertahan, menyerang juga transisi dengan sama baiknya. Kita harus mencetak gol dan tentu kita ingin menang,” ucap Mario Lemos lagi.
Pernyataan itu sekaligus menjadi pengakuan terbuka soal kelemahan Persijap Jepara. Transisi yang buruk bisa dimanfaatkan tim sekelas Persebaya Surabaya untuk mencuri start dan mengontrol jalannya pertandingan sejak awal.
Persebaya Surabaya dikenal memiliki kecepatan dan organisasi permainan yang rapi saat melakukan perubahan dari bertahan ke menyerang. Jika Persijap lengah, bukan tidak mungkin Green Force mampu menghukum lewat serangan balik cepat atau pressing agresif sejak menit pertama.
Faktor mental juga jadi sorotan dalam laga ini. Berada di papan bawah sering kali membuat tekanan meningkat, apalagi setiap poin kini terasa sangat krusial bagi Persijap untuk bertahan di kasta tertinggi.
Namun, Mario Lemos mencoba menggeser fokus anak asuhnya pada perbaikan internal. Ia ingin timnya tampil lebih solid, disiplin, dan berani mengambil inisiatif saat memiliki peluang.
Selain aspek teknis, laga ini juga bertepatan dengan momen bulan suci Ramadhan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan soal kebugaran pemain yang harus bertanding malam hari setelah menjalani puasa.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
