Mauricio Souza gusar karena kerap dikritik terkait pemain baru Persija yang jarang dimainkan. (Dok: Persija)
JawaPos.com - Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza bereaksi keras mengenai minimnya kesempatan bermain yang diberikan kepada para pemain baru. Ia murka dan menegaskan bahwa pemain diturunkan berdasarkan performa, bukan nama besar.
Persija Jakarta jadi salah satu tim yang aktif dalam berburu pemain anyar di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Total tujuh pemain diangkut, mulai dari Cyrus Margono, Fajar Fathurrahman, Paulo Ricardo, Shayne Pattynama, Jean Mota, Mauro Zijlstra, dan Alaeddine Ajaraie.
Namun, di antara para pemain tersebut, baru Alaeddine yang paling sering dimainkan. Dia sudah memainkan empat pertandingan, meski belum pernah tampil penuh. Tapi, total menitnya sudah mencapai 183 menit dan dua kali sebagai starter.
Baca Juga: Persija Jakarta Kehilangan Dua Pemain saat Jamu PSM Makassar di JIS, Mauricio Souza Pasrah!
Sementara sisanya, masih minim kesempatan bermain. Bahkan Cyrus Margono dan Jean Mota belum mendapatkan panggung sama sekali untuk mengenakan jersey Persija di lapangan.
Desakan demi desakan terus bermunculan dari para penggemar kepada Mauricio Souza. Tak sedikit dari mereka yang menginginkan para pemain baru diberikan menit bermain lebih. Sang pelatih menanggapinya. Dia cukup gusar dengan pertanyaan soal pemain baru.
"Selama beberapa waktu ini, semua cuma tahu bicara soal pemain-pemain baru. Sepertinya semua pemain baru yang datang lebih baik dari pemain yang sudah ada di sini," kata Souza dalam jumpa pers pralaga, Kamis (19/2).
"Sepertinya kami punya kewajiban untuk memasukkan pemain yang baru saja tiba ke lapangan demi memuaskan beberapa suporter, kan? Yang bersama mereka sehari-hari adalah saya. Yang tahu kondisi saat mereka datang adalah saya. Dan yang akan menentukan momen kapan mereka debut adalah saya," tambahnya.
Souza kemudian meminta pihak yang mempertanyakan alasan dirinya tak memainkan pemain baru untuk mengecek kondisi dan kesiapan para pilar sebelum bergabung dengan Persija.
Dia menyinggung soal Jean Mota yang jarang dimainkan sebelum bergabung dengan Persija Jakarta. Merespons juga soal Shayne Pattynama yang kalah bersaing dengan Dony Tri Pamungkas.
"Selama beberapa waktu cuma terlihat pembicaraan soal pemain baru. Tapi kalian ada yang tahu berapa lama pemain-pemain ini tidak bermain? Tidak berlatih? Jadi sebelum kalian bicara, kalian harus cek. Sebelum kalian terus-terusan bicara pemain baru, pemain baru, pemain baru. Kalian harusnya cek dulu," terang dia.
"Pattynama adalah pemain hebat. Dony (Tri Pamungkas) juga. Dan tidak ada alasan kenapa saya harus mencadangkan Dony demi memuaskan keinginan kalian melihat pemain baru di lapangan. Dony mungkin adalah salah satu pemain paling reguler (konsisten) di tim saya," jelasnya menambahkan.
Souza juga menyinggung soal kritikan yang sempat diarahkan kepada Gustavo Almeida dan Witan Sulaeman saat melawan Arema FC. Tapi, nyatanya kedua pemain itu berkontribusi besar di laga lawan Bali United FC.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
