Persebaya Surabaya harus mengakui ketangguhan Bhayangkara FC di GBT. (Persebaya)
JawaPos.com — “Kami lengah, selamat Bhayangkara FC!” menjadi kalimat yang paling menggambarkan sikap Bernardo Tavares usai laga panas di Stadion Gelora Bung Tomo. Pelatih Persebaya Surabaya itu langsung mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya, menegaskan timnya tak boleh terlalu lama meratapi kekalahan.
Persebaya Surabaya harus menelan pil pahit setelah takluk 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada lanjutan Super League 2025/2026, Sabtu (14/2/2026) malam WIB. Bermain di hadapan ribuan Bonek, hasil itu terasa menyakitkan karena memutus catatan impresif 13 laga tanpa kekalahan.
Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo sebenarnya begitu membakar semangat Green Force sejak menit awal. Dukungan penuh suporter membuat laga berjalan dalam tensi tinggi dan penuh determinasi.
Nsepak, bola tak selalu berpihak pada tim yang mendominasi jalannya pertandingan. Bhayangkara Presisi Lampung FC tampil efektif dan mampu memaksimalkan peluang yang mereka miliki.
Baca Juga: Andhika Ramadhani Minta Maaf ke Bonek! Janji Bangkit di Tengah Masa Sulit Persebaya Surabaya
Gol semata wayang Persebaya Surabaya lahir dari kaki Mihailo Perovic pada menit ke-64. Gol tersebut sempat membangkitkan harapan untuk membalikkan keadaan di depan publik sendiri.
Selepas gol itu, tekanan demi tekanan dibangun oleh tuan rumah. Serangan terus mengalir, tetapi penyelesaian akhir belum cukup tajam untuk mengubah papan skor.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 1-2 untuk kemenangan tim tamu. Ribuan suporter yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo pun harus pulang dengan rasa kecewa.
Usai pertandingan, Bernardo Tavares menunjukkan sikap sportif dan penuh evaluasi. Ia tak mencari kambing hitam, melainkan mengakui efektivitas lawan sebagai pembeda utama.
“Selamat kepada Bhayangkara atas hasil ini. Mereka tidak memiliki banyak peluang, tetapi mampu memaksimalkan momen yang ada. Kami sedikit lengah pada situasi krusial dan itu menjadi pembeda,” ujar Tavares.
Pengakuan tersebut mencerminkan evaluasi jujur dari pelatih asal Portugal itu. Ia menilai momen krusial yang gagal diantisipasi menjadi titik balik yang merugikan Persebaya Surabaya.
Meski kalah, Tavares tetap melihat sisi positif dari performa anak asuhnya. Terutama respons tim selepas turun minum yang dinilainya menunjukkan karakter kuat.
“Para pemain sudah berjuang maksimal dan menunjukkan karakter. Dalam sepakbola, situasi seperti ini harus diterima dengan lapang dada," jelasnya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
