
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares saat menghadapi Bali United. (IG Persebaya)
JawaPos.com–Kemenangan 3-1 Persebaya Surabaya atas tuan rumah Bali United pada Sabtu (7/2), hingga kini masih menjadi buah bibir, terutama di kalangan Bonek. Sebab, kemenangan tersebut terasa spesial.
Bagaimana tidak, dalam empat laga terakhir di kandang Bali United, Persebaya selalu kalah. Kemenangan di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar musim ini mengakhiri rekor buruk Green Force di Pulau Dewata.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menyanjung etos kerja para pemainnya yang pantang menyerah demi mengakhiri catatan buruk di kandang Serdadu Tridatu Bali United.
”Saya bangga dengan para pemain yang bekerja keras, baik itu saat menguasai bola maupun saat tidak menguasai bola. Kami bekerja keras dan berupaya mencetak banyak gol, banyak corner kick, terutama di babak kedua, tapi Bali United memang tim yang tangguh,” ujar Tavares seperti dikutip dari akun YouTube Persebaya.
Kerja keras dan pengorbanan pemain Persebaya memang patut diacungi jempol. Dilihat dari statistik versi akun resmi Liga 1 Match, Green Force masih bisa membombardir pertahanan tuan rumah meski kalah dalam ball possession.
Francisco Rivera CS melepaskan 14 tembakan. Enam di antaranya shoot on goal dan tiga dari jumlah tersebut berbuah gol.
Bali United memang membukukan lebih banyak jumlah tembakan. Tercatat, mereka melepaskan 16 tendangan, namun hanya tiga shoot yang mengarah ke gawang. Satu di antaranya berbuah gol. Padahal, Serdadu Tridatu menguasai 71 persen berbanding 29 persen ball possession.
Tavares pun turut membeberkan rahasia, bagaimana bisa pengorbanan pemain Persebaya bisa membuahkan kemenangan mutlak. Ternyata ada pada cara melewati masa sulit.
”Rahasianya adalah para pemain telah merasakan masa yang sulit, dan di saat seperti ini, kita bisa melihat seorang pria yang bekerja keras dan berkorban walaupun tanpa bola, serta bermain simple saat menguasai bola, juga bergerak mencari celah di tim lawan,” tegas pelatih asal Portugal itu.
Sementara itu, gelandang andalan Green Force Francisco Rivera juga tidak menampik bahwa laga tersebut memang sulit dan dibutuhkan kerja keras dari seluruh elemen tim.
"Pertandingan yang sulit, apalagi pemain kami banyak yang cedera, sakit. Tapi kami bekerja keras, dan terima kasih Tuhan atas kemenangan ini,” ucap Rivera.
Dia juga menegaskan meski Bali United dikenal kuat saat bermain di kendang. Namun mereka tetap bisa dikalahkan asalkan bisa meladeni permainan dengan determinasi tinggi.
”Bali United sangat kuat terutama saat bermain di kandang sendiri. Tapi kami pantang menyerah,” terang Francisco Rivera.
Rivera menyumbangkan satu assist untuk gol dari Alfan Suaib. Dia juga dinobatkan sebagai Man of the Match versi Liga 1 Match.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
