
Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza (kanan) dan Gustavo Almeida dalam konferensi pers jelang laga kontra Arema FC di pekan ke-20. (Dok. Persija)
JawaPos.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, buka suara mengenai keributan yang terjadi usai pertandingan melawan Arema FC. Ia mengungkap terang-terangan kronologi di balik kejadian tersebut versi tim Macan Kemayoran.
Persija Jakarta vs Arema FC telah berakhir dengan kemenangan untuk tim tamu. Macan Kemayoran harus mengakui ketangguhan Singo Edan dengan skor 0-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu (8/2) malam.
Pertandingan itu berakhir mengecewakan untuk tuan rumah. Apalagi, laga tuntas dengan sedikit keributan antara pemain, pelatih, dan ofisial Persija dan Arema. Bahkan, Mauricio Souza dan Marquinhos atau Marcos Santos selaku pelatih kedua tim, juga berseteru.
Usai pertandingan, Mauricio Souza coba memberikan penjelasan. Dia membeberkan kronologi lengkap apa yang terjadi usai pertandingan tersebut.
Souza bercerita semua bermula dari aksi Gabriel Silva, yang dianggapnya melakukan selebrasi tak pantas ke bangku cadangan Persija. Tindakan itu tak disukai sang pelatih.
"Pertandingan awalnya berjalan normal antara dua tim besar. Tapi saat mereka mencetak gol kedua, Gabriel (Silva) melakukan tindakan yang tidak pantas dengan mengejek bangku cadangan kami," kata Souza dalam jumpa pers pascalaga.
"Bagi saya itu tidak hormat, apalagi dia dulu pemain saya di U-20. Saya bahkan sempat bilang ke Dalberto agar memperingatkan Gabriel untuk respek," tambahnya.
Mauricio Souza dan Gabriel Silva memang pernah bekerja sama. Yakni saat keduanya di Flamengo U-20. Karena itu Souza cukup kecewa dengan tindakan eks anak didiknya.
"Setelah laga usai, saat saya mau bersalaman dengan staf pelatih Arema, Gabriel justru mendatangi saya dan berdebat. Dia tidak mau mengakuinya," terang dia.
Bukan cuma Gabriel Silva, Souza juga menyinggung Marcos Santos. Ia menyebut pelatih Arema FC itu jadi salah satu penyebab keributan.
Souza pun menyinggung insiden yang pernah terjadi saat putaran pertama di Malang. Kala itu pertandingan juga berakhir dengan sedikit keributan setelah Macan Kemayoran menang dengan skor 3-1.
"Lalu Marquinhos juga sok jagoan, sama seperti saat kami bermain di kandang Arema dulu ketika mereka menyerang bangku cadangan kami dan memaki asisten saya, Ítalo (Resende)," tutur Souza.
"Saya sudah tahu sejarah dia, awalnya bicara sopan lewat WhatsApp tapi di lapangan mau jadi pahlawan," katanya menambahkan.
Tapi, Souza menyatakan bahwa persoalan itu sudah tuntas. Menurutnya, masalah tersebut cukup terjadi di lapangan dan ketika laga beres, maka berakhir juga. Karenanya, dia enggan memperpanjang masalah tersebut.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
