
PSIM Yogyakarta siapkan taktik khusus meredam ledakan Persebaya Surabaya. (Dok. PSIM)
JawaPos.com — Van Gastel antisipasi taktik Bernardo Tavares demi upaya PSIM Yogyakarta meredam ledakan Persebaya Surabaya menjadi fokus utama jelang duel panas Super League 2025/2026. Laga ini akan tersaji di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026), dengan tensi tinggi sejak sebelum peluit pertama dibunyikan.
PSIM Yogyakarta terus mematangkan persiapan demi menjaga performa di kandang sendiri saat menjamu Persebaya Surabaya.
Pelatih Kepala PSIM, Jean-Paul Van Gastel, membaca laga ini sebagai ujian penting menghadapi tim tamu yang datang dengan energi baru.
Persebaya Surabaya kini berada di bawah kendali Bernardo Tavares yang baru menjalani debut sebagai pelatih kepala. Efek pergantian pelatih langsung terasa setelah Green Force meraih kemenangan pada laga terakhir.
“Pelatih baru baru saja masuk ke Persebaya, dia melatih satu pertandingan dan mereka menang lawan Malut. Itu hasil yang sangat bagus buat mereka,” ungkap pelatih asal Belanda tersebut.
Van Gastel menilai hasil itu menjadi sinyal serius yang tidak bisa diabaikan timnya.
Kemenangan Persebaya Surabaya atas Malut United pada 10 Januari 2026 turut mendongkrak kepercayaan diri tim tamu. Situasi ini membuat PSIM harus ekstra waspada sejak menit awal pertandingan.
Van Gastel melihat perubahan di tubuh Persebaya Surabaya tidak hanya terjadi di sisi pelatih. Pergerakan pemain dan pendekatan permainan juga dinilai berbeda dari sebelumnya.
Perubahan komposisi pemain menjadi perhatian khusus staf pelatih PSIM Yogyakarta. Menurut Van Gastel, kondisi ini membuat pola permainan lawan sulit ditebak.
“Jadi susah diprediksi bagaimana mereka akan menghadapi kami karena ini bakal jadi pertandingan yang berbeda. Mereka mendatangkan beberapa pemain baru dan pelatih baru,” ungkap Van Gastel.
Pernyataan itu menunjukkan PSIM menyiapkan beberapa skenario alternatif.
PSIM tidak ingin terjebak pada satu pendekatan permainan saja. Fleksibilitas taktik menjadi kunci untuk meredam ledakan permainan Persebaya Surabaya yang berpotensi muncul sewaktu-waktu.
Van Gastel juga memberikan respek tinggi kepada Bernardo Tavares yang memiliki rekam jejak baik di kompetisi Indonesia. Ia menilai pengalaman sang pelatih bisa memberi dampak besar pada mental dan organisasi tim lawan.
“Menurut saya itu pencapaian hebat jika Anda bisa jadi juara di sebuah liga. Jelas kami harus sangat tajam dan sangat fokus,” pungkasnya. Fokus dan ketajaman disebut sebagai dua aspek krusial bagi PSIM.
Laga ini bukan sekadar duel taktik dua pelatih asing. Pertandingan juga menjadi ajang pembuktian PSIM Yogyakarta di hadapan publik sendiri.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
