Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Januari 2026 | 23.35 WIB

Suara Minor Menggema! 3 Poin Kekecewaan Bonek Usai Dejan Tumbas Dicoret dari Persebaya Surabaya

Kepergian Dejan Tumbas meninggalkan memori manis bagi Bonek di Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya, Jawa Pos) - Image

Kepergian Dejan Tumbas meninggalkan memori manis bagi Bonek di Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya, Jawa Pos)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya resmi mencoret enam pemain jelang putaran kedua Super League 2025/2026, dan keputusan itu langsung memantik respons beragam dari suporter. Di antara nama-nama yang dilepas, pencoretan Dejan Tumbas justru memunculkan suara minor yang cukup nyaring dari kalangan Bonek.

Tiga poin kekecewaan Bonek usai Dejan Tumbas dicoret dari Persebaya Surabaya menjadi gambaran suasana batin sebagian suporter yang menilai keputusan ini belum sepenuhnya adil.

Meski manajemen telah menyampaikan alasan teknis, Dejan tetap meninggalkan tanda tanya di mata pendukung Green Force.

Persebaya Surabaya mengumumkan enam nama yang tidak lagi menjadi bagian tim untuk putaran kedua kompetisi.

“Diego Mauricio, Dejan Tumbas, Dime Dimov, Rizky Dwi Pangestu, Kadek Raditya, dan Rendy Oscario, tidak lagi menjadi bagian skuad Persebaya di putaran kedua BRI Super League 2025/ 2026. Persebaya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan perjuangan selama ini bersama Green Force,” tulis Persebaya Surabaya.

Dari enam nama tersebut, Dejan Tumbas menjadi sosok yang paling banyak disorot oleh suporter. Bagi sebagian Bonek, kepergian pemain asal Eropa itu menyisakan kekecewaan yang sulit diabaikan.

Akun fanbase @onlinepersebaya merangkum kegelisahan tersebut lewat tiga poin utama. “Kenapa banyak yang menyayangkan Dejan Tumbas hengkang?,” tulis akun fanbase @onlinepersebaya.

Poin pertama berkaitan dengan minimnya kesempatan Dejan bermain di posisi aslinya. “Kurang kesempatan di posisi aslinya sebagai striker Dejan Tumbas sejatinya adalah penyerang murni,” tulis akun tersebut.

Selama membela Persebaya Surabaya, Dejan dinilai jarang mendapat ruang sebagai ujung tombak utama. Ia lebih sering dimainkan di luar posisi natural atau hanya memperoleh menit bermain terbatas.

Kondisi itu dianggap membuat potensi Dejan tidak pernah benar-benar keluar secara maksimal.

“Minimnya kesempatan tampil sebagai ujung tombak membuat potensinya tak sepenuhnya keluar, padahal ketika diberi ruang, ia punya naluri gol yang cukup baik,” lanjut pernyataan tersebut.

Poin kedua menyentuh sisi fleksibilitas Dejan Tumbas di lapangan.

“Pemain serbaguna, bisa bermain di beberapa posisi Selain striker, Dejan Tumbas juga mampu bermain sebagai pemain tengah maupun pemain belakang,” tulis @onlinepersebaya.

Kemampuan ini sejatinya menjadi nilai tambah bagi sebuah tim dengan jadwal padat. Fleksibilitas itu memberi banyak opsi taktik bagi pelatih dalam berbagai skema permainan.

Namun, kelebihan tersebut justru dinilai menjadi bumerang bagi Dejan. “Sayangnya, kelebihan ini justru membuatnya sering ‘terseret’ jauh dari posisi terbaiknya,” tulis akun fanbase tersebut.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore