Pemain Persela Lamongan saat menjalani rutinitas latihan. (Dok. Persela)
JawaPos.com - Manajemen Persela Lamongan akhirnya menjelaskan alasan di balik kepindahan sejumlah pemainnya ke PSIS Semarang pada putaran kedua Championship 2025/2026.
Perpindahan mereka disebut tidak terjadi melalui mekanisme fee transfer, melainkan dipengaruhi oleh kondisi internal klub yang sedang berada dalam masa peralihan manajemen.
Penjelasan ini disampaikan jajaran manajemen Persela melalui asisten pelatih Persela, Ragil Sudirman, sebagaimana dikutip dari unggahan akun Instagram @harianpersela.
Informasi tersebut kemudian menjadi sorotan karena melibatkan banyak pemain inti yang hengkang dalam waktu hampir bersamaan.
Manajemen Persela menyebut seluruh pemain yang pindah ke PSIS Semarang berstatus free transfer.
Tidak ada biaya kompensasi yang masuk ke Persela. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan suporter Persela terkait proses kepindahan pemain tersebut.
Menurut penjelasan manajemen, situasi tersebut dipicu masa transisi kepemimpinan di tubuh Persela.
Hal ini berdampak langsung pada status para pemain dan arah kebijakan klub.
Ragil juga menjelaskan bahwa saat dirinya dipercaya sebagai pelaksana tugas pelatih kepala Persela, manajemen lama belum sepenuhnya menyerahkan kendali klub kepada pengurus baru.
Eks CEO Persela Lamongan, Fariz Julinar, melalui istrinya Datu Nova, membeli 75 persen saham mayoritas PSIS Semarang. Selain itu, asisten manajer Persela, Wafa Amri, juga diketahui ikut bergabung dengan PSIS.
Adapun pemain Persela yang kemudian memilih untuk pindah ke PSIS Semarang antara lain Mario Londok, Okvia Chinagio, Wawan Febriyanto, Otavio Dutra, Esteban Vizcarra, dan Beto Goncalves.
Kepindahan para pemain ini secara serentak memunculkan anggapan adanya eksodus besar-besaran dari Lamongan ke Semarang.
Hingga saat ini, pihak manajemen PSIS Semarang belum memberikan tanggapan resmi terkait penjelasan yang disampaikan Ragil Sudirman.
Situasi ini membuat publik sepak bola nasional masih menunggu klarifikasi lebih lanjut agar persoalan kepindahan pemain Persela ke PSIS tidak menjadi bola liar.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
