
David da Silva, Alwi Slamat, dan Riswan Lauhin siap bawa Malut United kalahkan Persebaya Surabaya. (Malut United)
JawaPos.com — David da Silva, Alwi Slamat, dan Riswan Lauhin kembali ke Surabaya dengan balutan cerita lama dan misi baru. Kali ini, tiga nama yang pernah jadi bagian penting Persebaya Surabaya pulang sebagai lawan bersama Malut United dengan satu tekad menaklukkan mantan klubnya.
Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Malut United pada pekan ke-17 Super League 2025/2026. Duel sarat emosi ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (10/1/2026).
Laga ini sejak awal diprediksi tidak berjalan mudah bagi tuan rumah. Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, secara terbuka mengakui kualitas lawan yang akan dihadapi timnya.
Pelatih asal Portugal itu menilai Malut United sebagai salah satu tim kuat dengan komposisi pemain berpengalaman. Ia menyebut kekuatan mereka merata, baik dari deretan pemain asing maupun lokal.
“Mereka memiliki banyak pemain berpengalaman. Mereka juga memiliki pemain lokal yang bagus. Jadi, mereka dalam kondisi prima,” ujar Bernardo Tavares.
Penilaian itu menjadi sinyal jelas Persebaya harus tampil dengan fokus penuh sepanjang laga.
Malut United juga membawa modal psikologis yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Rekam jejak pertemuan musim lalu menunjukkan Persebaya belum pernah mampu menundukkan Laskar Kie Raha.
“Tahun lalu Persebaya tidak pernah bisa mengalahkan tim ini. Jadi, ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” lanjut Bernardo. Statistik tersebut menempatkan Malut United sebagai lawan yang kerap menyulitkan Green Force.
Atmosfer pertandingan dipastikan semakin panas dengan kehadiran tiga mantan pemain Persebaya Surabaya di kubu tamu. David da Silva, Alwi Slamat, dan Riswan Lauhin bukan nama asing bagi publik Gelora Bung Tomo.
David da Silva
Nama David da Silva menjadi sorotan utama dalam laga ini. Striker asal Brasil tersebut masih memegang status sebagai pencetak gol terbanyak Persebaya Surabaya sejak era Liga 1 dengan koleksi 39 gol.
Selama berseragam hijau, David tampil dalam 43 pertandingan dengan produktivitas yang luar biasa. Ia mencetak 39 gol, menyumbang enam assist, dan bermain selama 3.372 menit untuk Persebaya Surabaya.
Rekam jejak itu membuat David dikenang sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sejarah modern Persebaya Surabaya. Kini, ia kembali ke Surabaya dengan seragam berbeda dan peran sebagai ancaman utama bagi lini belakang tuan rumah.
Alwi Slamat
Alwi Slamat juga membawa cerita emosional tersendiri. Ia dikenal sebagai pemain penting di era Aji Santoso dan menjadi bagian dari duet gelandang ikonik bersama Muhammad Hidayat.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
