
Bernardo Tavares jalani latihan perdana bersama Persebaya Surabaya di Lapangan C Gelora Bung Tomo. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com—PDKT ala Bernardo Tavares langsung terasa sejak hari pertama resmi menangani Persebaya Surabaya. Pelatih asal Portugal itu memilih mengundang pemain satu per satu untuk ngobrol empat mata sebelum memimpin latihan perdana.
Momen pendekatan personal itu berlangsung pada Selasa (6/1) pagi di Surabaya. Bernardo Tavares ingin mengenal lebih dekat karakter, pola pikir, dan kondisi setiap pemain Persebaya Surabaya secara langsung.
Sore harinya, Bernardo Tavares memimpin latihan perdana Persebaya Surabaya di Lapangan C Gelora Bung Tomo. Latihan itu menjadi sesi resmi pertama pelatih anyar Green Force bersama skuad utama.
Pendekatan personal tersebut menjadi sinyal kuat gaya kepemimpinan Bernardo di Persebaya Surabaya. Dia tidak ingin hanya dikenal sebagai pelatih di pinggir lapangan, tetapi juga sebagai sosok yang memahami pemainnya.
Bernardo Tavares tiba di Surabaya pada Minggu (4/1) malam melalui Bandara Internasional Juanda. Kedatangannya disambut jajaran manajemen klub. Puluhan Bonek juga memberi sambutan hangat.
Dia tidak datang sendirian ke Kota Pahlawan. Bernardo didampingi asisten pelatih Renato Duarte yang sudah diperkenalkan lebih dulu lewat video singkat jelang keberangkatan.
Sejak awal, Bernardo langsung menunjukkan keseriusan bersama Persebaya Surabaya. Dia menegaskan datang untuk bekerja keras dan membangun tim secara nyata.
Pelatih yang pernah membawa PSM Makassar menjuarai Liga Indonesia itu memilih bersikap realistis. Bernardo menolak umbar janji besar di awal masa tugasnya.
“Saya bukan pesulap yang bisa memenangkan semua pertandingan. Tapi yang bisa saya janjikan adalah kerja keras,” ujar Bernardo dengan nada tegas.
Dia menambahkan komitmennya bersama Green Force tidak main-main. “Saya datang ke sini untuk bekerja, bukan untuk berlibur,” lanjut Bernardo.
Sikap itu menjadi pesan penting bagi pemain dan suporter Persebaya Surabaya. Bernardo ingin kepercayaan dibangun lewat proses, bukan sekadar kata-kata manis.
Melihat posisi Persebaya Surabaya di klasemen sementara, Bernardo menilai situasi tim harus disikapi dengan kepala dingin. Target besar tanpa fondasi kuat justru bisa menjadi bumerang.
“Sangat sulit untuk mengatakan bahwa kita ingin menjadi juara sekarang. Kita tidak bisa mengatakan itu,” ucap Bernardo dengan jujur.
Menurut dia, langkah paling masuk akal adalah bekerja bersama secara konsisten. “Yang perlu kita lakukan adalah mari kita bekerja bersama,” tambah Bernardo.
Bernardo paham Persebaya Surabaya memiliki sejarah besar di sepak bola Indonesia. Basis suporter yang fanatik menjadi kekuatan sekaligus tanggung jawab besar.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
