
Uston Nawawi siapkan Persebaya Surabaya lawan Borneo FC meski tanpa pelatih. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com—Uston Nawawi akhirnya angkat bicara soal misteri pelatih baru Persebaya Surabaya yang hingga kini belum juga diumumkan manajemen. Laga melawan Borneo FC di super league disebut menjadi fondasi awal Green Force di tengah masa transisi penting ini.
Hingga menjelasng laga lawan Borneo FC, Persebaya Surabaya masih berjalan tanpa pelatih kepala definitif setelah resmi berpisah dengan Eduardo Perez. Posisi tersebut sementara dipegang Uston Nawawi yang dipercaya memimpin tim sebagai caretaker.
Uston Nawawi bukan sosok asing bagi skuad Persebaya karena sebelumnya berperan sebagai asisten pelatih Eduardo Perez. Dia sudah mendampingi tim kurang lebih 30 hari sejak pelatih asal Spanyol itu meninggalkan klub.
Sebagai pelatih sementara, Uston mengaku belum mengetahui rencana manajemen terkait penunjukan pelatih baru. Hingga saat ini, komunikasi mengenai sosok pelatih kepala definitif belum pernah dilakukan.
“Untuk pelatih baru, saya belum berkomunikasi dengan manajemen terkait hal tersebut. Saya belum mengetahui soal itu,” ujar Uston.
Uston secara terbuka menyampaikan belum menerima informasi apa pun soal kandidat pelatih baru Persebaya Surabaya. Fokus utama yang dipegang saat ini hanya satu, menyiapkan tim sebaik mungkin untuk setiap pertandingan.
“Saya fokus saja pada persiapan tim menghadapi pertandingan selanjutnya,” ujar Uston dengan nada tenang.
Pernyataan itu menegaskan sikap profesional di tengah situasi yang penuh tanda tanya. Meski hanya berstatus caretaker, tanggung jawab Uston terbilang berat. Sebab, Persebaya Surabaya berada dalam fase krusial kompetisi. Setiap laga menjadi penentu arah perjalanan Green Force di Super League musim ini.
Di bawah arahan Uston Nawawi, Persebaya Surabaya belum meraih kemenangan. Namun, tim juga belum menelan kekalahan sehingga stabilitas permainan masih terjaga.
Hasil tersebut menunjukkan Persebaya Surabaya tetap kompetitif meski berada dalam masa transisi kepelatihan. Konsistensi ini menjadi modal penting sebelum klub menentukan nahkoda baru.
Hingga pekan ke-14 Super League, Persebaya Surabaya menempati peringkat kesembilan klasemen sementara. Koleksi 18 poin dari 13 pertandingan mencerminkan performa yang cukup seimbang.
Bagi Uston, posisi klasemen bukan tekanan berlebihan melainkan bahan evaluasi. Dia menilai setiap pertandingan menjadi proses membangun fondasi tim yang lebih solid.
Pertandingan melawan Borneo FC disebut sebagai salah satu momen penting dalam perjalanan tersebut. Laga itu bukan sekadar soal hasil, tetapi juga pembentukan karakter permainan Persebaya Surabaya.
Uston menilai tim harus tetap fokus menjalankan rencana permainan tanpa terpengaruh isu pelatih baru. Stabilitas mental pemain menjadi aspek yang paling dijaga selama masa kepemimpinannya.
Manajemen Persebaya Surabaya sendiri masih memilih bersikap senyap terkait jadwal pengumuman pelatih kepala baru. Belum ada pernyataan resmi yang disampaikan kepada publik maupun media.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
