Sadida Nugraha jadi bintang baru Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Wonderkid Persebaya Surabaya, Sadida Nugraha mendadak jadi buah bibir setelah laga panas kontra PSM Makassar. Bukan hanya karena performanya yang matang, tapi juga komentar lucu Bonek yang menyebut wajahnya mirip komedian Fajar Sadboy.
Persebaya Surabaya mencuri satu poin penting dari lawatan ke Stadion Gelora B.J. Habibie usai bermain imbang 1-1 melawan PSM Makassar. Pertandingan berjalan ketat sejak awal dengan kedua tim silih berganti menebar ancaman.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah dan kedua tim harus puas berbagi angka. Tambahan satu poin membuat Persebaya Surabaya sementara tertahan di peringkat sembilan klasemen dengan koleksi 13 poin.
Di balik hasil imbang tersebut, satu nama tampil paling menonjol di skuad Green Force. Sadida Nugraha dipercaya tampil penuh 90 menit dan langsung terpilih sebagai Man of The Match.
Gelandang bertahan berusia 20 tahun itu tampil disiplin dan agresif mengawal lini tengah. Ia bertandem solid dengan Milos Raickovic dan sukses memutus banyak alur serangan PSM.
Statistik Sadida di laga tersebut mencerminkan perannya yang krusial. Ia mencatat akurasi umpan 84 persen, enam intersep, tiga sapuan, dua blok tembakan, serta 21 umpan sukses dari 25 percobaan.
Penampilan konsisten itu membuat Bonek memberi banyak pujian. Salah satu komentar menyebutnya sebagai “Pemain muda gacor, tidak ada kata mengenal lelah dan daya jelajahnya tinggi.”
Di luar performa teknis, suasana wawancara pascalaga justru penuh tawa. Seorang Bonek menyebut Sadida mirip Fajar Sadboy, yang langsung disambut santai olehnya.
“Mungkin saya Mas-nya Fajar Sadboy,” ujar Sadida sambil tersenyum menanggapi candaan tersebut. Respons ringan itu justru membuat namanya makin dekat dengan suporter.
Sadida sendiri merupakan asli Surabaya dan bangga dengan identitasnya. “Asli arek Soroboyo Siwalankerto, tapi saya ingin Sawotratap,” katanya dengan logat khas.
Perjalanan karier Sadida terbilang panjang untuk pemain seusianya. “Dulu kecil di Bulog, terus SMP kelas 3 saya di Jakarta kurang lebih 3–4 tahun ikut Akademi Bina Taruna,” ucapnya.
Ia juga sempat mengikuti seleksi Bhayangkara sebelum akhirnya kembali ke Persebaya Surabaya. “Terus balik lagi ke Persebaya, dan Alhamdulillah tahun ini dimasukin ke senior,” lanjut Sadida.
Kesempatan bermain di Liga 1 bersama klub kota kelahiran jadi momen emosional baginya. “Pastinya sangat senang sekali, ini impian saya dari kecil dan kebanggaan karena asli kota saya,” katanya.
Sadida mengaku tak menyangka bisa langsung tampil penuh dan meraih penghargaan individu. “Tentunya bangga bisa main 90 menit dan dapat MOTM, gak nyangka juga,” ujarnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
