
Malut United FC mendapatkan empat sanksi dari Komdis PSSI, yang dijatuhkan kepada pemain, ofisial, hingga bos klub. (Dok. Malut United)
JawaPos.com-Malut United FC mendapatkan banyak sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Hukuman itu dijatuhkan untuk banyak anggota tim, mulai dari pemain, ofisial, hingga bos klub berjuluk Laskar Kie Raha tersebut.
Berdasar hasil sidang Komdis PSSI per 27 November 2025, Malut United FC tercatat mendapatkan empat hukuman berbeda. Semua sanksi itu diperoleh dari pertandingan melawan Persita Tangerang pada 23 November lalu.
Pertama adalah pemain Malut United Yakob Sayuri yang dijatuhi hukuman larangan bermain sebanyak tiga pertandingan dan denda Rp 10 juta. Bek kanan andalan tim tersebut disanksi akibat dianggap melakukan tindakan kekerasan fisik kepada fotografer setelah pertandingan berakhir.
Hukuman terhadap Yakob Sayuri ini sempat memicu kontroversi, khususnya di kalangan suporter klub The Salawaku. Sebab bek Timnas Indonesia itu sebenarnya merupakan korban rasisme dari oknum tak bertanggung jawab, yang mengaku sebagai media tapi kartu identitas (ID Card) diduga ilegal.
Hukuman berikutnya diberikan kepada dua ofisial Malut United FC, yakni Achmad Resal Octavian dan David Glen Oei. Keduanya disanksi karena dianggap melakukan tindakan tidak sportif.
David Glen disebut Komdis PSSI terbukti mengintimidasi dengan cara memukul pintu ruang wasit. Sedangkan Achmad Resal Octavian, dianggap memukul panitia pelaksana pertandingan.
David Glen dan Achmad Resal masing-masing mendapatkan hukuman berupa larangan mendampingi tim Malut United FC sebanyak 4 pertandingan dan denda Rp 50 juta.
Menariknya, meski tertulis dan terdaftar sebagai ofisial tim dalam pertandingan, kedua sosok tersebut merupakan orang penting Malut United. David Glen adalah pemilik klub, sementara Achmad Resal merupakan Direktur Teknik tim.
Nah, hukuman terakhir yang diterima dari Komdis PSSI adalah tim Malut United FC. Tapi sanksinya hanya teguran keras karena adanya pemain dan ofisial tim yang melakukan tindakan tidak sportif dan tidak fair play yaitu melakukan intimidasi kepada perangkat pertandingan di depan ruangan wasit.
Terlepas dari itu, empat sanksi dari Komdis PSSI ini membuat Malut United FC mirip dengan Persebaya Surabaya. Bedanya, hukuman yang dijatuhkan kepada Green Force lebih berat.
Persebaya Surabaya mendapatkan hukuman banyak, terutama denda akibat berbagai insiden ketika menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (22/11). Bila ditotal, jumlah denda dari keempat hukuman itu mencapai Rp 250 juta.
1. David Glen Oei (Ofisial Malut United FC)
- Nama Kompetisi: BRI Super League 2025/2026
- Pertandingan: Persita Tangerang vs Malut United FC
- Tanggal Kejadian: 23 November 2025

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
