Francisco Rivera dipastikan tak bisa bela Persebaya Surabaya lawan Arema FC. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Separuh gol Persebaya Surabaya musim ini tercipta dari kaki Francisco Rivera, total ada 12 gol Persebaya Surabaya dengan kontribusi 3 gol dan 3 assist dari gelandang asal Meksiko itu. Kondisi ini tentu membuat Eduardo Perez pusing menentukan siapa pengganti paling tepat untuk menjaga aliran serangan tetap hidup lawan Arema FC.
Absennya sang gelandang kreatif datang di momen genting ketika Persebaya Surabaya bersiap menghadapi Arema FC dalam Derbi Jatim di Stadion Gelora Bung Tomo.
Duel panas yang digelar Sabtu (22/11/2025) sore ini selalu menuntut kualitas tertinggi dari pemain Persebaya Surabaya.
Rivera harus menepi karena kartu merah pada laga sebelumnya sehingga Perez mau tak mau melakukan perombakan besar di lini tengah.
Kehilangan motor serangan di pertandingan penting jelas bukan situasi ideal bagi Persebaya Surabaya.
Perez tak menutup mata terhadap peran vital Rivera yang selama ini menjadi otak permainan. Namun ia tetap menegaskan tim punya kedalaman yang bisa diandalkan untuk mengisi kekosongan tersebut.
"Rivera memang penting, tapi hari ini semua pemain bekerja fantastis. Kami adalah satu tim dengan 27 pemain," kata Eduardo Perez.
Kutipan itu menunjukkan keyakinan Perez Persebaya Surabaya tak boleh terjebak pada ketergantungan terhadap satu pemain. Ia ingin semua penggawa memahami tanggung jawab kolektif terutama di laga sebesar Derbi Jatim.
Meski begitu, kehilangan sosok dengan visi bermain setajam Rivera tidak bisa dianggap remeh. Gelandang 31 tahun itu punya kemampuan menjaga ritme permainan sekaligus memberi sentuhan kreatif yang sulit ditiru rekan lain.
Rivera lahir di San Luis Potosí dan bergabung dengan Persebaya Surabaya sejak 1 Juli 2024 sehingga sudah menjadi bagian penting dalam struktur permainan tim. Kaki kiri kuatnya memberi variasi serangan yang jarang dimiliki gelandang lain.
Performa Rivera musim ini membuatnya nyaris tak tergantikan sehingga absennya langsung mengubah pendekatan taktik Perez.
Lini depan Persebaya Surabaya biasanya hidup dari suplai bola matang yang dilepas Rivera sepanjang pertandingan.
Di Derbi Jatim, detail kecil bisa menentukan hasil akhir terutama ketika tensi pertandingan meninggi. Hilangnya pengatur tempo seperti Rivera membuat Perez harus menemukan cara lain agar Persebaya Surabaya tetap stabil.
Persebaya Surabaya sendiri datang ke pertandingan ini setelah ditahan imbang Persik Kediri pada pekan sebelumnya. Hasil itu membuat tekanan untuk mendapatkan tiga poin di laga derbi semakin besar.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
