Pemain naturalisasi Malaysia salahkan agen yang merekrut. (@malaysia_nt/X).
JawaPos.com - Tujuh pemain naturalisasi telah memberikan kesaksian terkait dengan dugaan penggunaan dokumen kelahiran palsu yang diklaim sebagai bukti untuk memperkuat Timnas Malaysia.
Para pemain umumnya mengaku menerima informasi mengenai garis keturunan Malaysia dari agen atau keluarga tanpa melakukan verifikasi mandiri.
Berdasarkan informasi resmi dalam dokumen FIFA, Pemain 1 atau Arrocha (Gabriel Palmero), mengaku sempat menyebut neneknya lahir di Spanyol sebelum meralat menjadi Malaysia. Arrocha mengakui tidak pernah meninjau dokumen keluarganya dan sepenuhnya menyerahkan urusan itu kepada agen.
Arrocha juga tidak menanyakan apa pun kepada sang agen bahkan setelah mengetahui adanya sanksi.
“Pemain 1 mempercayai agennya dan tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dia menegaskan ketidaktahuannya mengenai proses tersebut serta ketidakterlibatannya,” tulis FIFA.
Pernyataan serupa disampaikan Pemain 2 atau Garces (Facundo Tomas Garces) yang mengungkap bahwa dirinya hanya mengikuti instruksi agen tanpa mengecek kesesuaian dokumen.
Garces mengetahui adanya dua versi akta kelahiran kakeknya, yaitu Argentina dan Malaysia tetapi tidak menanyakan kepada agen karena merasa hal itu bukan tanggung jawabnya.
Pemain 3 atau Holgado dan Pemain 4 atau Machuca juga menyampaikan bahwa mereka tidak pernah meninjau dokumen keluarga yang dikirimkan. Keduanya menegaskan bahwa mereka tidak mengetahui adanya kesalahan hingga sanksi muncul.
“Dia (Pemain 3) menegaskan tidak mengetahui adanya kesalahan apa pun dan tidak memiliki kontak langsung dengan FAM hingga tiba untuk bermain,” tulis FIFA.
Selain itu, Pemain 5 atau Brandao, Pemain 6 atau Irazabal, serta Pemain 7 atau Hevel juga memberikan pola pengakuan serupa bahwa mereka mendapatkan tawaran dari agen, mengirimkan dokumen tanpa pemeriksaan, dan tidak melakukan tindak lanjut setelah masalah terungkap.
Hevel bahkan mengaku menandatangani dokumen penting tanpa membacanya.
“Dia (Pemain 7) tidak mengambil langkah apa pun untuk memeriksa perkembangan pengajuan kewarganegaraannya maupun dokumen yang telah diserahkan,” tulis FIFA.
Kesaksian ini memperlihatkan pola konsisten bahwa sebagian besar pemain bergantung penuh pada agen dan tidak memverifikasi informasi keluarga atau proses administrasi yang dijalankan untuk kepentingan naturalisasi.
Dalam kesimpulannya, FIFA menegaskan bahwa investigasi utama yang perlu dilakukan berupa pemeriksaan terhadap peran Sekretaris Jenderal FAM dan dua agen berlisensi FIFA.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022