Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 November 2025 | 22.28 WIB

Pengakuan Jujur Pelatih Arema FC Soal Ribut-ribut di Akhir Laga: Ada Ofisial Persija yang Memaki Paulinho, Saya Tak Terima!

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, berbicara mengenai keributan yang tejradi jelang laga berakhir melawan Persija Jakarta. (Dok. Arema FC)

 

JawaPos.com - Pelatih Arema FC, Marcos Santos, buka suara mengenai keributan yang terjadi jelang berakhirnya pertandingan kontra Persija Jakarta. Ia mengungkapkan dalam insiden itu terdapat ofisial tim tamu yang memaki Paulinho Moccelin, sehingga tim pelatih dan ofisial Singo Edan ikut bereaksi dalam kisruh.

Duel Arema FC vs Persija Jakarta berakhir dengan panas. Pemain, ofisial, dan tim pelatih kedua tim terlibat dalam keributan yang terjadi saat injury time babak kedua.

Semua bermula dari tekel keras yang dilakukan oleh Paulinho Moccelin kepada winger Persija, Allano Lima. Insiden itu mengakibatkan protes keras dilontarkan oleh Allano hingga ofisial tim pelatih Persija, yang akhirnya menjalar ke kubu tuan rumah juga.

Marcos Santos selaku pelatih Arema FC menyayangkan keributan itu. Ia mengatakan bahwa sebenarnya tim pelatih Singo Edan enggan larut dalam masalah. Santos sampai turun tangan untuk memisahkan pemainnya agar pertandingan bisa berjalan lagi.

"Sebenarnya, saya pergi untuk membantu dan memisahkan tim kami karena kami masih punya waktu untuk mencoba meraih hasil imbang," kata Santos dalam jumpa pers pascalaga. 

"Tapi, dalam kejadian itu, saat saya mencoba mengeluarkan para pemain agar kami bisa kembali ke permainan lebih cepat, ada seorang anggota staf pelatih Persija yang memaki Paulinho, memaki para pemain kami," tambahnya.

Marcos Santos tak terima. Keributan pun semakin panjang hingga pertandingan jadi tertunda selama beberapa menit. Padahal, injury time masih tersisa cukup lama sekitar 5-7 menit lagi.

"Saya tidak bisa membiarkannya, saya tidak bisa menerimanya, saya tidak bisa membiarkan perilaku seperti itu karena kami adalah pendidik terlatih dan perilaku seperti ini tidak dapat diterima. Jadi, baru pada saat itu saya tegur dia dan minta supaya dia tidak bersikap seperti itu," jelasnya.

Keributan sendiri akhirnya berakhir setelah wasit Yudi Nurcahya mengambil tindakan tegas. Dia mengeluarkan kartu kuning kepada Paulinho dan Allano, serta tiga kartu merah untuk ofisial.

Dua di antaranya untuk ofisial dan tim pelatih Persija, yakni Gerson Rios dan Italo Resende. Keduanya merupakan pelatih kiper dan asisten pelatih Macan Kemayoran. Sementara satu kartu merah lainnya diberikan kepada ofisial dan tim pelatih Arema FC. Yakni Andre Caldas Costa, yang merupakan asisten dari Marcos Santos.

Marcos Santos dalam kesempatan itu kemudian meminta maaf atas insiden yang terjadi. Menurutnya, keributan seharusnya tak boleh terjadi dalam duel Arema FC vs Persija Jakarta.

"Saya minta maaf kepada para penggemar atas kejadian yang terjadi. Kita seharusnya tidak bersikap seperti itu. Tapi, itu bagian dari permainan. Ini darah Latin. Ini soal banyaknya orang Brasil yang terlibat dalam permainan," tutur dia.

"Dan, akhirnya menjadi kejadian yang disesalkan. Jadi, saya minta maaf kepada para penggemar, kepada pers, mereka yang menonton di televisi. Itu tidak boleh terjadi," imbuh Santos.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore