Skuad Persebaya Surabaya saat menghadapi Persik Kediri di pekan ke-12 Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Cetak 20 gol ke gawang Arema FC sejak 2018 menjadi catatan yang mempertegas superioritas Persebaya Surabaya dalam Derbi Jawa Timur. Namun, tugas berat kini berada di tangan Eduardo Perez untuk memastikan tren positif ini tetap berlanjut.
Persebaya Surabaya baru saja membawa pulang satu poin usai bermain imbang 1-1 menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-12 Super League 2025/2026.
Laga di Stadion Gelora Joko Samudro itu berlangsung ketat hingga peluit panjang, membuat Green Force harus puas berbagi angka.
Tambahan satu poin tersebut menempatkan Persebaya Surabaya di posisi ke-9 klasemen sementara dengan 15 poin. Hasil itu tentu belum ideal untuk mendongkrak kepercayaan diri tim yang sedang berupaya kembali stabil.
Kini, perhatian langsung tertuju pada laga berikutnya yang jauh lebih sarat gengsi dan tekanan.
Persebaya Surabaya akan menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu 22 November 2025 dalam lanjutan pekan ke-13 Super League.
Derbi Jawa Timur tidak pernah sekadar pertandingan biasa bagi kedua suporter, pemain, maupun klub. Ada kebanggaan, gengsi, dan reputasi yang dipertaruhkan di setiap pertemuan dua rival abadi ini.
Menariknya, Persebaya Surabaya punya modal catatan pertemuan yang sangat meyakinkan. Sejak 2019, Green Force tidak pernah menelan kekalahan dari Arema FC dan justru tampil dominan.
Dalam sembilan pertemuan terakhir, Persebaya Surabaya mencatatkan tujuh kemenangan dan dua hasil imbang atas Singo Edan.
Catatan ini bukan hanya statistik, tetapi bukti superioritas yang sedang dijaga betul oleh publik Surabaya.
Rentetan hasil tersebut terukir di sejumlah momen penting. Mulai kemenangan 4-1 pada Desember 2019, dramatisnya skor 3-2 di Kanjuruhan tahun 2022, hingga kemenangan-kemenangan tipis yang menunjukkan konsistensi mental Green Force dalam laga sarat tekanan.
Tidak hanya soal kemenangan, catatan gol juga memperlihatkan Persebaya Surabaya jauh lebih efektif saat bersua Arema FC.
Sejak 2018, Persebaya Surabaya sudah mengemas 20 gol ke gawang Arema, sedangkan Arema hanya membalas 14 gol.
Selisih enam gol mungkin tampak kecil di atas kertas, namun di pertandingan yang terkenal keras dan penuh energi emosional, efektivitas menjadi faktor pembeda utama.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
