Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menemui kelompok suporter Ultras Garuda untuk menerima masukan. (Dok: Erick Thohir)
JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mendapat kunjungan dari salah satu basis suporter terbesar Timnas Indonesia, Ultras Garuda. Federasi mendapatkan banyak masukan dari suporter.
Momen pertemuan Erick Thohir dengan sejumlah perwakilan Ultras Garuda diungkapkan dalam akun Instagram pribadinya pada Minggu (26/10). Saran dan masukan yang diperoleh Erick untuk PSSI sendiri dan juga Timnas Indonesia.
"Bertemu dengan perwakilan Ultras Garuda Indonesia yang menyampaikan masukan untuk PSSI dan Timnas Indonesia ke depan," tulis Erick Thohir dalam Instagramnya.
Tak disebutkan masukan apa saja yang diberikan oleh Ultras Garuda kepada Erick Thohir terkait PSSI dan Timnas Indonesia. Namun, UG memang termasuk salah kelompok suporter yang cukup vokal.
Terlepas dari itu, Erick memastikan bahwa ia dan PSSI terbuka untuk masukan-masukan yang ada. Semuanya diterima olehnya sebagai bagian dari upaya federasi untuk membangun dan memajukan sepak bola Indonesia.
"Saya menerima masukan ini sebagai bentuk keterbukaan PSSI untuk kita bersama-sama membangun sepak bola Indonesia. PSSI perlu kerja sama dari berbagai stakeholder terutama suporter untuk kita membangun sepak bola Indonesia," kata Erick Thohir.
"Terima kasih masukannya, terima kasih sudah selalu mendukung Indonesia tanpa lelah di manapun dan kapanpun Timnas Indonesia berlaga," tambah dia.
Salah satu kritikan terbesar dari Ultras Garuda adalah terkait dengan kursi pelatih Timnas Indonesia. Terakhir mereka menuntut dan mendesak pertanggungjawaban atas kegagalan skuad Garuda besutan Patrick Kluivert usai gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Ultras Garuda menuntut pertanggung jawaban PSSI selaku federasi. Hal itu dilontarkan UG dalam akunnya pada 12 Oktober lalu.
"Sebelumnya, terima kasih untuk para pemain timnas yang sudah berjuang habis-habisan di lapangan. Kalian berlari, bertarung, dan meneteskan keringat demi lambang garuda di dada. Kalian layak dihormati, kalian layak diapresiasi, karena perjuangan kalian itu nyata," tulis Ultras Garuda beberapa waktu lalu.
"Tapi, hasil ini bukan soal “takdir”, ini soal langkah yang keliru dari federasi. @pssi harus bertanggung jawab. Sudah terlalu lama kesalahan yang saat ini disembunyikan di balik kata “proses”, padahal sistemnya yang rusak dan ego terus dibiarkan tumbuh," tambah Ultras.
Ultras Garuda mempertanyakan pertanggungjawaban PSSI atas kegagalan tersebut. Salah satunya kesalahan pengambilan keputusan di tengah jalan. Meski tak menyinggung, tapi diyakini terkait pergantian pelatih kepala dari Shin Tae-yong menjadi Patrick Kluivert.
"Lalu, bagaimana bentuk pertanggungjawaban kalian, Ketika sebuah keputusan besar yang “salah” diambil ketika ditengah jalan?" tanya UG.
"Kami meminta pertanggung jawaban yang sebanding dengan kekecewaan kami, dengan gagalnya timnas Indonesia di round 4 kualifikasi piala dunia," tutupnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
