Persebaya Surabaya wajib maksimalkan momentum untuk lebih banyak ciptakan sepak pojok di Super League 2025/2026. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya baru saja meraih kemenangan tipis 1-0 atas Semen Padang di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat malam (19/9/2025). Gol tunggal Bruno Moreira membawa Green Force menutup pekan ke-6 Super League 2025/2026 dengan penuh senyum di depan pendukung setianya.
Namun di balik kemenangan itu, ada fakta unik yang cukup mengejutkan. Persebaya Surabaya masuk daftar 5 tim dengan jumlah sepak pojok paling sedikit di Super League musim ini.
Padahal, dalam sepak bola modern, sepak pojok bisa menjadi senjata mematikan untuk mencetak gol melalui situasi bola mati.
Tidak sedikit tim besar dunia menjadikan corner kick sebagai strategi utama untuk memecah kebuntuan lawan.
Hingga pekan ke-6, Persebaya Surabaya hanya mampu menghasilkan 19 sepak pojok dari 5 laga yang dimainkan.
Rata-rata mereka hanya mendapat 3,8 corner kick per pertandingan, angka yang tergolong rendah untuk tim sebesar Green Force.
Bandingkan dengan tim-tim lain yang berada di atasnya dalam daftar minim sepak pojok. Persita Tangerang bahkan hanya mencatat 9 sepak pojok dari 4 laga, sementara Borneo FC Samarinda 12 sepak pojok dari 4 laga.
PSM Makassar juga hanya mencatat 17 sepak pojok dari 4 pertandingan. Persib sedikit lebih baik dengan 18 sepak pojok dari 4 laga, namun tetap masuk dalam daftar lima tim paling minim corner kick.
Fenomena ini menunjukkan Persebaya Surabaya jarang memanfaatkan momen yang bisa berujung corner kick. Pola serangan mereka lebih sering dipatahkan sebelum sampai ke area pertahanan lawan.
Dalam situasi tertentu, sepak pojok sering kali menjadi peluang emas untuk mencetak gol. Dengan eksekusi yang tepat, corner kick mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dalam satu momen.
Banyak tim elite dunia menjadikan corner kick sebagai senjata pamungkas. Arsenal dan Tottenham misalnya, punya pendekatan berbeda namun sama-sama efektif dalam memaksimalkan peluang dari sepak pojok.
Arsenal dikenal efisien dengan jumlah corner yang relatif sedikit namun berkualitas. Sementara Tottenham sukses berkat variasi ancaman, baik lewat duel udara maupun permainan bola bawah.
Hal ini membuktikan bukan jumlah corner kick yang menentukan, tapi bagaimana tim bisa memanfaatkannya. Analisis mendalam terhadap pola serangan dan positioning pemain menjadi kunci utama.
Corner kick juga punya dampak psikologis yang besar. Bagi penyerang, sepak pojok adalah momen menambah kepercayaan diri, sementara bagi bek menjadi situasi penuh kewaspadaan tinggi.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
