
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (tengah) dan pejabat lama Dito Ariotedjo (kanan) usai acara serah terima jabatan (sertijab) di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (18/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Erick Thohir disebut tidak melanggar aturan apa-apa dan diperbolehkan merangkap jabatan sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI dan Ketua Umum PSSI. Intervensi pemerintah dalam sepak bola pun diyakini tak akan terjadi meski Erick mengemban dua jabatan saling berkaitan tersebut.
Hal itu dikatakan oleh pakar pemerintahan Achmad Baidowi, dari Bidang Organisasi Ikatan Alumni Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN. Ia menyebut tidak ada aturan yang mengatur larangan terkait rangkap jabatan Menpora dan Ketum PSSI. Termasuk aturan perundang-undangan yang dalam UU Nomor 11 Nomor 22 tentang Keolahragaan.
Justru sebaliknya, Baidowi mengatakan bahwa dalam pasal 23 disebutkan bahwa Pemerintah Pusat boleh melakukan pembinaan dan pengembangan olahraga melalui penetapan kebijakan, pendidikan, pelatihan, koordinasi, konsultasi, komunikasi, penyuluhan, pembimbingan, pemasyarakatan, perintisan, penelitian, uji coba, kompetisi, bantuan, pemudahan, perizinan, pengawasan, dan evaluasi.
"Hal tersebut dilakukan secara proporsional untuk semua cabang olahraga. Artinya, Menpora harus mengayomi semua cabang olahraga," kata Baidowo dalam keterangan resminya, yang dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (19/9).
Selain UU, pakar yang akrab disapa Awiek itu mengatakan bahwa statuta FIFA maupun PSSI juga tidak melarang adanya rangkap jabatan antara ketum PSSI dengan menteri.
"Yang ada dalam statuta FIFA hanyalah jangan sampai terjadi konflik kepentingan," kata Awiek selaku Ketua IKADIP.
"Sementara dalam statuta PSSI yang tercantum sebagai syarat wajib Ketum PSSI mencakup: warga negara Indonesia, pengalaman mengelola sepakbola, pengetahuan tata kelola dan hukum sepakbola, pengalaman posisi strategis di pemerintahan atau swasta, dan keselarasan dengan program PSSI-FIFA-AFC," tambahnya.
Lebih lanjut Awiek juga membahas kekhawatiran FIFA terkait kemungkinan pemerintah melakukan intervensi, yang juga jadi bagian dari konflik kepentingan. Ia menilai hal itu tidak relevan.
"Erick Tohir selain Ketum PSSI juga sebagai pemerintah yakni menteri BUMN. Artinya, intervensi tersebut tidak terjadi. Justru sebaliknya yang terjadi adalah support pemerintah kepada sepakbola semakin lancar dan nyata," jelas Awiek.
Baidowi juga berpendapat status Erick Thohir yang merangkap sebagai Menpora telah diketahui dan didukung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino. Hal ini jadi sinyal bahwa induk sepak bola dunia tak mempermasalahkan status Erick.
"Pernyataan Presiden FIFA Gianni Infantino yang memberikan support dan ucapan selamat kepada Erick Tohir menandakan tidak ada masalah dengan rangkap jabatan asalkan syaratnya bisa menghindari konflik kepentingan," katanya.
"Atas dasar itulah, maka dalam perspektif hukum tata pemerintahan tidak ada larangan bagi Menpora sekaligus sebagai Ketum PSSI," pungkas Awiek.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
