Mengenang Kiprah Suhatman Imam, Legenda Semen Padang yang Pernah Mengabdi untuk Persebaya Surabaya. (Vidio.com)
JawaPos.com — Nama Suhatman Imam selalu dikenang sebagai salah satu legenda sepak bola Indonesia yang memberi banyak warna dalam perjalanan olahraga ini. Dari Semen Padang hingga Persebaya Surabaya, kiprahnya menjadi bukti cinta dan dedikasi tanpa batas untuk sepak bola Tanah Air.
Karier Suhatman Imam bermula dari PSP Padang sebelum dirinya dipanggil memperkuat Timnas Indonesia pada 1975. Saat itu, ia tampil di ajang Pra-Olimpiade dan memperlihatkan kualitasnya sebagai pemain yang penuh talenta.
Puncak karier internasionalnya hadir pada Kejuaraan Asia 1977 di Bangkok ketika ia dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia.
Kepercayaan itu menjadi bukti dirinya bukan hanya tangguh secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan sejati.
Selepas dari lapangan hijau, Suhatman Imam menapaki jalur kepelatihan dengan prestasi gemilang.
Ia berhasil membawa Semen Padang menjuarai Piala Indonesia pada 1992 yang sekaligus mengukuhkan namanya sebagai pelatih papan atas.
Kontribusinya tidak berhenti di situ karena ia menjadi otak di balik program pengiriman pemain muda ke Italia yang dikenal sebagai PSSI Primavera.
Pada 1993, sebanyak 24 pemain muda dibawanya ke negeri pizza untuk menimba ilmu di level Eropa.
Program Primavera yang dipimpinnya melahirkan nama-nama besar seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Kurnia Sandy, hingga Bejo Sugiantoro.
Para pemain itu kemudian menjadi tulang punggung sepak bola Indonesia pada dekade berikutnya.
Di Italia, Suhatman Imam mendampingi tim Primavera bertanding di kompetisi junior Eropa.
Dari sana, ia menyerap banyak wawasan baru termasuk konsep pertahanan grendel ala Catenaccio yang kemudian coba diterapkannya di Indonesia.
Sepulang dari Italia, ia berkolaborasi dengan Emral Abus untuk membawa gagasan itu ke Semen Padang.
Meski sempat terhambat oleh pekerjaannya sebagai pegawai bank, Suhatman tidak pernah benar-benar meninggalkan sepak bola.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
