
Pelatih Eduardo Almeida dalam tekanan untuk membawa Semen Padang kalahkan Persebaya Surabaya. (Media Semen Padang)
JawaPos.com—Hari penghakiman bagi Eduardo Almeida kian dekat. Pelatih asal Portugal itu menjadi sorotan tajam usai rentetan hasil minor Semen Padang di awal musim Super League 2025/2026.
Semen Padang akan bertandang ke markas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (SUGBT), Jumat (19/9). Laga ini disebut-sebut bisa menjadi penentu nasib Almeida di kursi kepelatihan Kabau Sirah.
Sorotan kepada sang pelatih muncul setelah Semen Padang gagal memanfaatkan laga kandang. Usai ditahan imbang, mereka malah dipermalukan PSBS Biak dengan skor 1-2 di hadapan pendukung sendiri.
Dari empat pertandingan yang sudah dilakoni musim ini, Semen Padang baru mengemas satu kemenangan. Sisanya, satu kali imbang dan dua kali kalah, membuat posisi Almeida kian tertekan.
Kekecewaan suporter pun mencuat di media sosial resmi klub. Banyak komentar bernada ultimatum yang menuntut Almeida bertanggung jawab atas performa buruk tim.
“Bentuk tanggung jawab Almeida kalau kehilangan poin lawan Persebaya, lebih baik sekarang daripada terlambat,” tulis salah satu suporter. Ada pula yang langsung menggaungkan tagar #EAOUT sebagai desakan pemecatan.
Tidak hanya itu, sejumlah fans juga menyoroti strategi dan keputusan pergantian pemain Almeida. Mereka menilai kesalahan teknis dari pinggir lapangan turut berperan dalam jebloknya performa Semen Padang.
“Pelatih harus tanggung jawab kalau masih seperti itu main,” tulis salah satu suporter. Sementara akun lainnya terang-terangan menyebut Almeida tidak layak lagi melatih tim.
Tekanan publik ini membuat duel kontra Persebaya Surabaya semakin krusial. Satu kesalahan saja bisa membuat jabatan Almeida benar-benar melayang.
Apalagi, lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan. Persebaya Surabaya dikenal tangguh di kandang sendiri dan bakal mendapat dukungan penuh Bonek Mania.
Bagi Almeida, kemenangan menjadi harga mati. Jika gagal mencuri poin di GBT, peluangnya untuk tetap bertahan di Semen Padang diprediksi akan menipis.
Catatan statistik pun memperlihatkan betapa rapuhnya tim besutannya. Sejak musim 2018/2019 hingga kini, Almeida sudah memimpin Semen Padang dalam 46 laga resmi.
Dari jumlah itu, Semen Padang hanya mencatat 14 kemenangan. Sisanya 13 kali imbang dan 19 kali kalah, dengan produktivitas gol yang tidak seimbang.
Tim memang mencetak 55 gol, tetapi sudah kebobolan 74 kali. Total poin yang dikumpulkan Almeida hanya 55 dengan rata-rata 1,20 poin per laga.
Musim ini kondisinya justru memburuk. Dari empat pertandingan awal, Semen Padang baru mengantongi empat poin saja dengan rata-rata 1,00 poin per laga.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
