Madura United ditahan imbang tanpa gol Bhayangkara FC, dan evaluasi penyelesaian akhir menjadi prioritas Alfredo Vera. (Dok I.League)
JawaPos.com - Madura United harus puas dengan satu poin setelah bermain imbang 0-0 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (12/9). Hasil tersebut menjadi sorotan tersendiri, terutama karena Laskar Sape Kerrab sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan. Dari 14 percobaan tembakan yang dilepaskan, hanya tiga yang tepat sasaran dan tidak satu pun menghasilkan gol.
Bahkan, kesempatan emas dari titik putih melalui Pedro Monteiro gagal berbuah manis, setelah eksekusinya digagalkan kiper Bhayangkara, Muchamad Aqil Savik.
Pelatih Madura United, Angel Alfredo Vera, tidak menutupi rasa kecewa pada sektor penyelesaian akhir timnya.
“Mungkin kami harus fokus di penyelesaian akhir. Kami cetak satu gol, dan seandainya itu tidak dianulir, mungkin pertandingan akan berbeda. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Penalti juga tidak masuk, jika masuk mungkin bisa menang,” ujar pelatih asal Argentina itu.
Vera menekankan bahwa detail kecil seperti ini kerap menjadi pembeda di liga yang ketat seperti Super League. Meski menyoroti finishing, Vera memastikan evaluasi tidak berhenti di sektor depan saja. Menurutnya, setiap momen pertandingan perlu diurai kembali sebelum menghadapi pekan keenam.
“Kejadian-kejadian dalam pertandingan harus kami analisis, tapi saya pikir saat ini fokus penyelesaian akhir,” katanya.
Dalam lima laga awal, Madura United baru mencetak empat gol, dan dalam dua pertandingan terakhir tak sekalipun berhasil membobol gawang lawan. Angka itu jadi lampu peringatan bagi tim yang dikenal agresif sejak awal musim.
Di sisi lain, Vera mengakui bahwa Super League musim ini menuntut konsistensi yang tinggi. Persaingan papan atas mulai terbentuk, dan setiap poin yang hilang dapat memengaruhi posisi di klasemen. Madura United membutuhkan peningkatan akurasi tembakan agar tidak tertinggal dalam perburuan posisi empat besar yang kian ketat.
Meski lini depan mandek, Madura United menunjukkan kemajuan signifikan di sektor pertahanan. Laga kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC menandai clean sheet pertama mereka musim ini, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi mengingat tekanan lawan di paruh kedua pertandingan. Barisan belakang yang digalang duet bek tengah serta kiper tampil solid menutup setiap celah serangan balik.
Kokohnya lini belakang memberi secercah optimisme di tengah masalah ketajaman. Pertahanan yang semakin rapi bisa menjadi fondasi penting ketika Vera meramu variasi serangan lebih efektif. Dengan pertahanan yang sulit ditembus, fokus bisa dialihkan pada kreativitas dan ketenangan di depan gawang.
Madura United kini menatap laga pekan keenam dengan dua sisi yang kontras, ketahanan defensif yang mulai terbentuk dan ketajaman ofensif yang masih jauh dari ideal. Jika racikan Vera berhasil menemukan keseimbangan, Laskar Sape Kerrab berpotensi kembali ke jalur kemenangan dan tetap menjadi salah satu pesaing serius di Super League musim ini.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
