Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 23.52 WIB

I.League Angkat Suara Usai Gaduh Influencer Rekam Video di Stadion! Penonton Super League 2025/2026 Boleh Bebas Berkreasi

Penonton boleh abadikan momen luar biasa saat menonton Super League 2025/2026. (Media Persib) - Image

Penonton boleh abadikan momen luar biasa saat menonton Super League 2025/2026. (Media Persib)

JawaPos.com — Menyambut antusiasme para penggemar yang luar biasa di setiap pertandingan, I.League akhirnya buka suara mengenai kebijakan produksi konten di dalam stadion. Judul utama dari kebijakan ini sederhana: tidak ada regulasi khusus yang membatasi penonton umum.

I.League menegaskan pihaknya sepenuhnya menghargai peran krusial penonton dalam menciptakan atmosfer stadion yang elektrik.

Suporter dianggap sebagai bagian penting dari semarak pertandingan yang membuat sepak bola semakin hidup.

Oleh karena itu, aktivitas penonton seperti merekam video atau mengambil foto tetap diperbolehkan selama bersifat non-komersial.

Membagikan pengalaman pribadi di media sosial dinilai sebagai ekspresi wajar dari kecintaan pada klub dan kompetisi.

I.League bahkan mendorong suporter untuk terus berbagi momen kebahagiaan mereka dari tribun. Hal ini dianggap mampu memperkuat ikatan emosional sekaligus memperluas gaung Super League 2025/2026 di jagat digital.

Meski begitu, ada garis batas yang jelas ketika berbicara soal media dan pembuat konten komersial. Untuk menjaga profesionalisme, I.League tetap harus mengatur peran jurnalis, fotografer, serta pemegang hak siar resmi.

Regulasi Jurnalis Super League

Bagi jurnalis yang mendapat akses di tribun media, tugas utamanya adalah menulis laporan dan berita pertandingan.

Regulasi Fotografer Super League

Sementara fotografer profesional ditempatkan di area khusus pinggir lapangan untuk mengabadikan momen berkualitas tinggi.

Terkait perekaman video oleh wartawan dari tribun media, I.League menegaskan belum memberikan izin. Alasannya, seluruh hak siar pertandingan sudah dipegang eksklusif oleh EMTEK sebagai pemegang lisensi resmi.

Kebijakan ini bukan untuk membatasi kebebasan pers, tetapi untuk melindungi kesinambungan ekosistem penyiaran. Tanpa perlindungan hak siar, keberlangsungan kompetisi dan kualitas liputan resmi bisa terancam.

Regulasi Influencer atau Konten Kreator Super League

Situasi serupa berlaku bagi para konten kreator, YouTuber, maupun influencer. Meski I.League memahami semangat mereka untuk mendokumentasikan pertandingan, pembatasan tetap diperlukan.

Konten video untuk tujuan komersial dianggap berpotensi tumpang tindih dengan hak siar resmi. Jika tidak diatur, hal itu bisa menimbulkan masalah serius dalam distribusi tayangan pertandingan.

I.League menegaskan perlindungan hak siar merupakan bagian vital dari profesionalisme kompetisi. Hak eksklusif inilah yang membuat penyelenggaraan liga tetap berjalan dengan standar tinggi.

Namun, bukan berarti kreativitas konten kreator akan dibungkam begitu saja. I.League sudah menyiapkan mekanisme khusus yang memberi ruang bagi mereka untuk tetap berkarya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore