Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 22.35 WIB

Andre Rosiade Cup Jilid 2 Digelar, Dorong PSSI Perbanyak Kompetisi Kelompok Umur Berjenjang Hasilkan Pemain Timnas

Turnamen sepak bola usia muda Andre Rosiade Cup jilid 2 digelar di Asiop Training Ground (ATG) Sentul, Bogor, Sabtu (30/8). (Istimewa) - Image

Turnamen sepak bola usia muda Andre Rosiade Cup jilid 2 digelar di Asiop Training Ground (ATG) Sentul, Bogor, Sabtu (30/8). (Istimewa)

JawaPos.com-Setelah sukses di event pertama, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade kembali menggelar event turnamen sepak bola usia muda. Andre Rosiade Cup jilid 2 digelar di Asiop Training Ground (ATG) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8).

Turnamen yang didukung Mandiri ini digelar untuk 5 kelompok usia, yakni U-8, U-9, U-10, U-11, dan U-12. Pertandingan dapat disaksikan melalui YouTube AndreRosiadeTV. Ajang ini diikuti 80 klub dari 1200 anak.

Andre mengatakan, melalui turnamen ini dapat menghasilkan pemain Timnas Indonesia yang memang lahir, belajar dan dibesarkan dari sekolah dan akademi sepakbola Indonesia.

"Komitmen saya itu, saya ingin menghasilkan pemain timnas yang lahir di Indonesia, besar di Indonesia, lalu belajar sepakbola di SSB dan akademi Indonesia," kata penasihat tim Semen Padang FC ini.

Menurut Andre, program naturalisasi yang digencarkan PSSI saat ini untuk mendapatkan pemain Timnas boleh saja dilakukan, tapi tidak harus dilakukan untuk jangka panjang. Baginya, untuk menghasilkan pemain timnas jangka panjang harus dilakukan melalui pembinaan kelompok usia secara berjenjang dan berkesinambungan.

"Saya tidak anti naturalisasi. Tapi bagi saya naturalisasi itu adalah capaian instan meraih prestasi, tapi itu tidak boleh jangka panjang. Jangka panjangnya adalah kita harus menghasilkan pembinaan pemain timnas dari hasil pembinaan negara kita sendiri. Insya Allah kita bisa kalau kita mau," kata Andre.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini lantas mencontohkan, keberhasilan pembinaan pemain timnas sejak kelompok umur itu telah dibuktikan negara lain seperti Jepang dan Korea Selatan.

"Negara lain seperti Jepang, Korea bisa, mengapa Indonesia tidak. Contoh, kita lihat anak-anak kita yang U-11 bisa mengalahkan berbagai negara. Ini menunjukkan junior usia muda kita mampu berkompetisi dengan baik," terang Andre.

"Masalahnya setelah U-17, kita tidak ada kompetisi berjenjang yang menjaga anak-anak kita ini sampai ke tingkat senior. Jepang dan Korea punya kompetisi itu," papar Ketua DPD Gerindra Sumbar ini.

Menurut Andre, pembinaan pemain melalui kompetisi berjenjang ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi PSSI ke depan. Dia berharap, setelah gelaran Piala Dunia 2026 nanti, PSSI fokus membenahi ini dan tidak lagi bergantung pada program naturalisasi.

"Jadi kalau netizen tanya kenapa pemain U-16 dan U-17 kita bagus tapi pas senior mereka kalah, karena federasi kita tidak menyediakan kompetisi kelompok umur yang berjenjang sampai mereka senior. Ini PR-nya," tandas Andre.

"Saya berharap pak Erick dalam dua tahun terakhir ini melakukan pembenahan. Selesai Piala Dunia 2026 fokus pembinaan, fokus benahi liga agar bebas dari mafia. Kalau enggak kita benahi sampai zaman kapanpun kita akan tergantung dengan naturalisasi," tegas Andre.

Andre Rosiade Cup Jilid 2 ini dibuka Indra Sjafri. Indra berpesan agar anak-anak bertanding dengan baik dan selalu menjunjung semangat sportivitas.

"Selamat bertanding, jaga sportivitas. Kemenangan yang dicapai dengan cara-cara yang tidak baik itu adalah kekalahan yang sebenarnya. Tapi kekalahan yang dicapai dengan cara-cara yang sportif itulah kemenangan yang sebenarnya," kata Indra. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore