Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 00.55 WIB

Anomali Dejan Tumbas di Persebaya Surabaya, Didatangkan sebagai Juru Gedor, kini Matang Jadi Tukang Jagal

Aksi bek kiri Persebaya Dejan Tumbas saat menghadapi Bali United. (‎Media Persebaya)  - Image

Aksi bek kiri Persebaya Dejan Tumbas saat menghadapi Bali United. (‎Media Persebaya) 

JawaPos.com-Persebaya Surabaya mendatangkan penyerang Dejan Tumbas pada bursa transfer paro musim Liga 1 2024/2025. Pada era kepelatihan Paul Munster, Tumbas diharapkan menjadi juru gedor untuk memperkuat barisan depan.

‎Namun kenyataannya, Dejan Tumbas gagal menjadi penyerang subur. Beberapa laga dilewati tanpa mencetak gol meski sudah dimainkan sebagai starter.

‎Tapi kala itu Munster tak kehabisan akal. Dia melihat Tumbas punya potensi besar dimainkan sebagai pemain gelandang. Benar saja, dipasang di lapangan tengah, performanya malah lebih nyetel dengan game plan.

‎Pada sisa musim, Tumbas  malah mendapat tempat utama sebagai gelandang, menggeser Gilson Costa yang malah mengalami penurunan. Dia memainkan 15 laga dan hanya absen sekali karena akumulasi kartu.

‎Kini, Persebaya masuk era baru di bawah kepelatihan Eduardo Perez. Ternyata Dejan Tumbas tidak dikembalikan ke posisi aslinya, yaitu penyerang. Dia malah ditarik lebih ke belakang sebagai bek kiri.

‎Coach Eduardo Perez pun punya pandangan tersendiri terkait posisi baru Dejan Tumbas. Menurut dia, pemain berusia 26 tahun itu memang andal bermain berbagai posisi.

‎"Saya sering mengatakan, Dejan bisa memainkan banyak posisi. Dan bukan hanya Dejan. Banyak pemain juga. Sebagai pelatih, ini kabar yang baik. Karena mereka bisa ditempatkan di posisi manapun, sebab pemain ini bisa bermain sempurna di sana," ungkap coach Edu seperti dikutip dari I-League.

‎Pelatih asal Spanyol itu pun merasa bersyukur memiliki sejumlah pemain yang punya peran versatil karena itu sangat dibutuhkan sebagai kedalaman skuad.

‎"Ada beberapa pemain (Persebaya) yang bisa memainkan posisi yang berbeda. Jadi bayangkan, bagaimana saya seperti mendapat anugerah. Saya pikir, sangat penting untuk memiliki pemain seperti ini," imbuh dia.

‎Meski begitu, Dejan Tumbas masih harus berproses menuju performa terbaik sebagai bek kiri. Sebab, jika dilihat dari grafik penampilan, ratingnya agak menurun.

‎Mengutip dari Sofascore, dalam tiga pertandingan awal Super League, ratingnya sebagai bek kiri adalah 6,9. Sejak lawan PSIM, nilainya menurun, yaitu dari 7,3; 6,8; dan 6,6.

‎Beruntung, Green Force memiliki barisan belakang yang cukup tangguh, sehingga kekurangan Tumbas bisa ditutupi tiga bek lain. Yakni Catur Pamungkas, Dime Dimov, dan Risto Mitrevski.

Dengan begitu, dia juga akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan performa sebagai tukang jagal terhadap pemain lawan di sektor pertahanan kiri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore