
Aksi bek kiri Persebaya Dejan Tumbas saat menghadapi Bali United. (‎Media Persebaya)
JawaPos.com-Persebaya Surabaya mendatangkan penyerang Dejan Tumbas pada bursa transfer paro musim Liga 1 2024/2025. Pada era kepelatihan Paul Munster, Tumbas diharapkan menjadi juru gedor untuk memperkuat barisan depan.
Namun kenyataannya, Dejan Tumbas gagal menjadi penyerang subur. Beberapa laga dilewati tanpa mencetak gol meski sudah dimainkan sebagai starter.
Tapi kala itu Munster tak kehabisan akal. Dia melihat Tumbas punya potensi besar dimainkan sebagai pemain gelandang. Benar saja, dipasang di lapangan tengah, performanya malah lebih nyetel dengan game plan.
Pada sisa musim, Tumbas malah mendapat tempat utama sebagai gelandang, menggeser Gilson Costa yang malah mengalami penurunan. Dia memainkan 15 laga dan hanya absen sekali karena akumulasi kartu.
Kini, Persebaya masuk era baru di bawah kepelatihan Eduardo Perez. Ternyata Dejan Tumbas tidak dikembalikan ke posisi aslinya, yaitu penyerang. Dia malah ditarik lebih ke belakang sebagai bek kiri.
Coach Eduardo Perez pun punya pandangan tersendiri terkait posisi baru Dejan Tumbas. Menurut dia, pemain berusia 26 tahun itu memang andal bermain berbagai posisi.
"Saya sering mengatakan, Dejan bisa memainkan banyak posisi. Dan bukan hanya Dejan. Banyak pemain juga. Sebagai pelatih, ini kabar yang baik. Karena mereka bisa ditempatkan di posisi manapun, sebab pemain ini bisa bermain sempurna di sana," ungkap coach Edu seperti dikutip dari I-League.
Pelatih asal Spanyol itu pun merasa bersyukur memiliki sejumlah pemain yang punya peran versatil karena itu sangat dibutuhkan sebagai kedalaman skuad.
"Ada beberapa pemain (Persebaya) yang bisa memainkan posisi yang berbeda. Jadi bayangkan, bagaimana saya seperti mendapat anugerah. Saya pikir, sangat penting untuk memiliki pemain seperti ini," imbuh dia.
Meski begitu, Dejan Tumbas masih harus berproses menuju performa terbaik sebagai bek kiri. Sebab, jika dilihat dari grafik penampilan, ratingnya agak menurun.
Mengutip dari Sofascore, dalam tiga pertandingan awal Super League, ratingnya sebagai bek kiri adalah 6,9. Sejak lawan PSIM, nilainya menurun, yaitu dari 7,3; 6,8; dan 6,6.
Beruntung, Green Force memiliki barisan belakang yang cukup tangguh, sehingga kekurangan Tumbas bisa ditutupi tiga bek lain. Yakni Catur Pamungkas, Dime Dimov, dan Risto Mitrevski.
Dengan begitu, dia juga akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan performa sebagai tukang jagal terhadap pemain lawan di sektor pertahanan kiri.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
