
Arema FC sukses sikat Bhayangkara FC di Kanjuruhan. (Media Arema FC)
JawaPos.com — Arema FC meraih kemenangan dramatis atas Bhayangkara FC lewat gol penalti di masa injury time. Bermain di Stadion Kanjuruhan, Jumat (22/8), Singo Edan menutup laga dengan skor 2-1 sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkan di Super League 2025/2026.
Drama tersaji di menit-menit akhir ketika wasit Muhammad Tri Santoso menunjuk titik putih setelah Dalberto dilanggar di kotak penalti.
Setelah meninjau VAR, keputusan diambil dan Dalberto sendiri sukses mengeksekusi penalti untuk membawa Arema unggul 2-1 pada menit ke-90+7.
Gol telat itu sontak membuat ribuan Aremania bersorak gembira. Kemenangan ini membuat Arema FC mencatatkan dua kali kemenangan dan sekali imbang dari tiga pertandingan awal musim.
Sebelumnya, Bhayangkara FC tampil mengejutkan dengan unggul cepat di menit ke-10.
Fareed Sadat berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan silang Stjepan Plazonja yang sempat mengenai Ilija Spasojevic.
Sepakan keras Sadat tak mampu dibendung kiper Adi Satryo dan membuat Bhayangkara unggul 1-0. Gol ini membuat tekanan justru berbalik kepada tuan rumah yang sempat kesulitan membongkar rapatnya pertahanan The Guardian.
Arema FC mencoba bangkit melalui serangan-serangan dari sektor sayap. Namun kombinasi Paulinho dan Dalberto di lini depan kerap dipatahkan oleh duet bek Bhayangkara yang tampil disiplin.
Solidnya pertahanan Bhayangkara memaksa Arema mencari celah lewat pergerakan Valdeci. Sayang, upaya pemain asal Brasil itu beberapa kali berhasil dihentikan oleh Slavko Damjanovic yang tampil lugas.
Kerja keras Singo Edan akhirnya terbayar di menit ke-39 lewat gol Dalberto. Bermula dari serangan sisi kiri, bola hasil buangan Leo Silva justru mengarah ke gawang Awan Setho dan disambar Dalberto untuk menyamakan kedudukan 1-1.
Gol tersebut membuat laga semakin terbuka dengan kedua tim saling jual beli serangan. Bhayangkara hampir kembali unggul lewat sepakan keras Muhammad Ferarri dari luar kotak penalti, namun berhasil ditepis Adi Satryo.
Memasuki babak kedua, Arema terus menekan demi membalikkan keadaan. Namun peluang lewat sundulan Slavko Damjanovic dari situasi bola mati masih gagal menemui sasaran.
Bhayangkara juga tak tinggal diam dengan mengandalkan kecepatan Plazonja. Sontekan striker asing itu di menit ke-72 nyaris membobol gawang Arema, hanya saja bola masih melenceng tipis di sisi kiri gawang.
Menit ke-83, peluang emas kembali didapat Arema FC melalui Paulinho. Sayangnya tendangan lemah pemain asal Brasil itu mudah diamankan kiper Awan Setho yang tampil cukup solid sepanjang laga.
Drama terjadi jelang akhir pertandingan saat Dalberto dijatuhkan Ferarri di dalam kotak penalti. Awalnya wasit tak menunjuk titik putih, namun setelah mengecek VAR, penalti diberikan kepada Arema.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
