
Penjaga gawang Ernando Ari saat melawan Irak. (Instagram Ernando Ari)
JawaPos.com-Ernando Ari, penjaga gawang Timnas Indonesia. Idola banyak orang, termasuk anak-anak. Awal karir dirinya tidak bermain sebagai kiper, melainkan sebagai striker sejak TK.
Nando sapaan Ernando Ari, saat duduk kelas 3 SD perubahan posisi terjadi secara tidak sengaja. Nando diminta menggantikan kiper timnya yang sakit karena postur tubuhnya yang paling tinggi.
Setelah mencoba posisi kiper, Nando disarankan pelatihnya untuk terus mendalaminya. Hal tersebut membawanya masuk ke akademi kiper di Semarang bernama EF Goalkeeper.
Dilansir dari Kanal YouTube Sport77 Official pada Jumat (22/8), Nando melakukan debut profesional, ketika pindah ke Persebaya Surabaya, tim paling serius mendatangkannya. Bahkan pihak manajemen Persebaya Surabaya sampai datang ke rumahnya.
Perjalanan Ernando tidak selalu mulus, pengalaman pahit saat melakukan kesalahan fatal di pertandingan melawan Irak. Dia mengaku niat menggocek untuk membaca pertandingan, tetapi tidak menyadari ada lawan di belakang.
Kesalahan ini meninggalkan bekas mendalam, sampai membuatnya menyesal dan kepikiran hingga mengigau saat tidur. Mentalitasnya teruji, dia menganggap kesalahan itu menjadikan pelajaran berharga untuk ke depannya.
Tak sampai di situ, Nando membagikan pengalaman hampir menjadi korban malapraktik dokter gadungan di Timnas Indonesia yang salah mendiagnosis cedera bahu. Kejadian malpraktik membawa dampak serius, sebab dokter tersebut hanya memberinya obat biasa dan menyuruhnya menguatkan mental.
Nando gagal berangkat ke Kroasia untuk persiapan Piala Dunia. Di tengah kesulitan itu, Ernando sangat bersyukur atas dukungan penuh dari pelatih Shin Tae-yong, terutama setelah melakukan kesalahan.
Pelatih Shin Tae-yong selalu memercayainya untuk bermain dan melatihnya agar mentalnya kembali bangkit. Nando bersyukur diberi kesempatan oleh Shin Tae-yong yang berani memberikan kesempatan kepada pemain muda di level senior.
"Aku sangat bersyukur. Coach Shin berani potong satu generasi. Sampai di Timnas U-23 pun kita masih diisi pemain muda yang berusia 18 tahun, 17 tahun, masih bisa masuk timnas. Ya, ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya," ujar Nando.
Di Timnas, Ernando memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Rizky Ridho dan Marselino Ferdinan, karena mereka sudah bersama-sama sejak usia 16 tahun. Berkat kebersamaan, mereka sukses mengukir berbagai prestasi.
Bersama-sama, mereka berhasil menorehkan sejarah, mulai dari juara di Akademi Persebaya (EPA) hingga meraih medali emas SEA Games. Meskipun begitu, mereka kerap bercanda dan saling mencela satu sama lain.
Selain impian kolektif bersama tim, Ernando memiliki ambisi besar untuk terus meningkatkan kemampuan dan ingin membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia. Bahkan dia menyatakan ingin fokus penuh pada karir sepak bolanya.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
