Pemain Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Ragnar Oratmangoen mengungkapkan rasa bangga dan bahagia setiap kali dipanggil bergabung dengan Timnas Indonesia. Menurut Ragnar, ini adalah perwujudan dari mimpinya untuk mewakili skuad Garuda di kancah internasional.
Wak Haji, sapaan Oratmangoen, menyatakan bahwa keputusan membela Timnas Indonesia didasari keyakinan kuat. Kejadian ini adalah momen sekali seumur hidup yang tidak boleh disia-siakan.
"Saya sangat senang, bangga bisa berada di sini (timnas). Saya harap bisa mendapatkan debut saya bersama timnas saat di Vietnam. Insya Allah bisa menjadi kenangan yang indah untuk saya," ungkap Ragnar.
Ragnar juga terkejut dengan apresiasi dan kehormatan yang diberikan oleh para penggemar di Indonesia, yang menurutnya sangat berbeda dengan budaya sepak bola di Belanda.
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Dirinya menjelaskan, perbedaan utama antara sepak bola di Belanda dan di Indonesia terletak pada perlakuan pemain. Di Indonesia, pemain diperlakukan layaknya pahlawan, sedangkan di Belanda tidak.
Dilansir dari kanal YouTube Sport77 Official pada Rabu (20/8), selain perbedaan perlakuan terhadap pemain, Wak Haji juga menyoroti perbedaan strategi di lapangan. Di Indonesia, dirinya memprioritaskan kerja keras, lari, dan bermain dengan bola-bola panjang.
"Kami sudah mulai beradaptasi. Sebagai pemain yang tumbuh di Eropa, tentu ada perbedaan dalam metode latihan. Dia (Shin Tae-yong) berasal dari Asia, jadi cara kerjanya juga sangat berbeda dari yang biasa kami jalani," dikutip dari JawaPos.com.
Selain itu, keriuhan dari para penggemar membuat Wak Haji menilai dukungan dari para penggemar di GBK sangat luar biasa dan memberikan motivasi yang besar saat bermain.
Dukungan luar biasa tidak hanya datang dari penggemar, tetapi juga dari keluarga. Ayah, ibu, istri, dan saudara laki-lakinya sangat bangga dan antusias melihat dirinya bermain untuk Bangsa Indonesia.
Bahkan, keluarga Oratmangoen datang langsung ke GBK untuk menyaksikan pertandingan.
Kebahagiaan dan kebanggaan tampak memengaruhi rencana kariernya di masa depan.
Di akhir podcast, Wak Haji berencana untuk mengunjungi Ambon dan Tanimbar dalam waktu dekat karena keindahan alam yang memicu keinginannya untuk mengeksplorasi lebih jauh mengenai tanah kelahiran nenek moyangnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
