
Pemain Persija Allano Lima. (dok. Persija)
JawaPos.com-Intensitas tinggi dan emosi yang memuncak menjadi ciri khas persaingan di BRI Super League 2025/26. Hanya dalam dua pekan pertama, kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia ini sudah diwarnai dengan berbagai insiden keras yang berujung pada kartu merah.
Empat tim besar harus merasakan pahitnya kehilangan pemain akibat kartu merah, mulai dari tim ibu kota hingga klub-klub dengan tradisi besar lainnya. Berikut daftar 4 tim yang telah dirangkum JawaPos.com.
1. Persija Jakarta: Allano de Souza
Persija Jakarta menjadi salah satu tim yang harus kehilangan pemain akibat kartu merah. Allano de Souza yang menjadi andalan Macan Kemayoran, harus mandi lebih cepat saat menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan. Striker asal Brasil tersebut diusir dari lapangan saat laga memasuki menit injury time, 90+5.
2. Bhayangkara Presisi Lampung FC: Moises Wolschick
Bhayangkara Presisi Lampung FC juga merasakan dampak serupa ketika menghadapi PSM Makassar. Moises Wolschick, gelandang asal Brasil yang menjadi motor permainan tim, harus menerima kartu merah pada menit ke-90+2.
3. Arema FC: Yann Motta
Arema FC juga tidak luput dari insiden kartu merah. Yann Motta, pemain asal Brasil yang menjadi salah satu pilar pertahanan Singo Edan, harus meninggalkan lapangan lebih cepat saat melawan PSIM Jogjakarta, pada menit ke-54.
4. Persis Solo: Sho Yamamoto
Persis Solo melengkapi daftar empat tim yang sudah kehilangan pemain akibat kartu merah. Sho Yamamoto, gelandang asal Jepang yang menjadi andalan Persis, harus menerima kartu merah ketika timnya bertandang ke markas Madura United pada pekan pertama. Eks Persebaya Surabaya diusir dari lapangan pada menit ke-79.
Keempat insiden kartu merah ini memberikan gambaran tentang tingginya intensitas persaingan di BRI Super League 2025/26. Tim-tim yang kehilangan pemain akibat kartu merah tidak hanya mengalami kerugian dalam pertandingan tersebut, tetapi juga harus bermain tanpa pemain kunci di pertandingan berikutnya.
Dari segi taktis, kehilangan pemain akibat kartu merah memaksa pelatih untuk mengubah strategi dan formasi secara mendadak. Hal ini tentu mengganggu ritme permainan dan bisa berdampak pada hasil akhir pertandingan.
Situasi empat tim yang sudah menerima kartu merah ini kontras dengan beberapa tim lain yang berhasil menjaga disiplin. Borneo FC Samarinda, Persik Kediri, dan Persebaya Surabaya berhasil menjadi tim paling fair play dengan hanya mengoleksi 2 kartu kuning masing-masing.
Sementara itu, di ujung yang lain, Persijap Jepara menjadi tim dengan kartu kuning terbanyak (10 kartu), namun menariknya belum ada pemain mereka yang mendapat kartu merah. Hal ini menunjukkan bahwa meski bermain agresif, pemain Persijap masih bisa menjaga batas.
Insiden kartu merah yang menimpa empat tim besar ini menjadi pembelajaran penting untuk seluruh peserta BRI Super League 2025/26. Menjaga emosi dan sportivitas adalah kunci untuk bisa berkompetisi dalam jangka panjang.
Para pemain dan tim harus belajar untuk menyalurkan agresivitas mereka secara positif, tanpa harus melanggar aturan yang bisa merugikan tim. Bagaimanapun, sepak bola modern menuntut tidak hanya skill dan fisik yang prima, tetapi juga mentalitas dan kedewasaan dalam menghadapi tekanan.
Ke depannya, diharapkan lebih banyak tim yang bisa menjaga disiplin seperti Borneo FC, Persik Kediri, dan Persebaya Surabaya, sehingga BRI Super League 2025/26 tidak hanya menarik dari segi kompetitif, tetapi juga memberikan contoh positif tentang sportivitas dalam sepak bola.
3 Tim Paling Fair Play (Belum Kartu Merah)
Borneo FC Samarinda - 2 kartu kuning, 0 kartu merah
Persik Kediri - 2 kartu kuning, 0 kartu merah
Persebaya Surabaya - 2 kartu kuning, 0 kartu merah

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
