Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 05.36 WIB

Arema FC Gagal Menang Lawan PSIM Yogyakarta! Marcos Santos Akui Berat Bermain 10 Orang Usai Kartu Merah Yann Motta

Arema FC puas bisa curi 1 poin dari kandang PSIM Yogyakarta di pekan 2 Super League 2025/2026. (Media Arema FC) - Image

Arema FC puas bisa curi 1 poin dari kandang PSIM Yogyakarta di pekan 2 Super League 2025/2026. (Media Arema FC)

JawaPos.com — Arema FC akhirnya gagal meraih kemenangan setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta dalam lanjutan pekan kedua Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (16/8/2025) sore itu menyisakan kekecewaan bagi Singo Edan yang sudah unggul lebih dulu.

Laga berjalan cukup sengit sejak menit awal dengan kedua tim saling melancarkan serangan.

Arema FC berhasil membuka keunggulan melalui penalti Dalberto Luan pada menit ke-41 yang sempat membuat para pemain semakin percaya diri.

Namun, situasi berubah drastis setelah bek asing Yann Motta mendapat kartu merah pada menit ke-51.

Wasit menilai pemain asal Brasil itu melakukan pelanggaran keras terhadap penyerang PSIM, Nermin Haljeta, sehingga harus diusir dari lapangan.

Bermain dengan 10 orang membuat Arema FC berada dalam tekanan besar dari tuan rumah.

Pertahanan yang sebelumnya solid mulai goyah menghadapi gempuran bertubi-tubi dari PSIM yang mendapat dukungan penuh dari ribuan suporter.

Petaka bagi Singo Edan datang pada menit ke-88 ketika Betinho justru melakukan gol bunuh diri. Bola sapuannya salah arah hingga membuat gawang Arema bergetar dan skor berubah menjadi 1-1.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui bermain dengan 10 pemain membuat timnya kesulitan menjaga motivasi.

Namun ia tetap memberi apresiasi penuh terhadap perjuangan anak asuhnya yang tampil habis-habisan hingga peluit panjang.

“Jadi motivasi pemain sulit pastinya kalau ada satu pemain dikartu merah di sepak bola. Tapi pemain kena kartu merah kami tetap kerja keras,” kata Marcos dikutip dari I.League, Minggu (17/8/2025).

Meski kecewa gagal meraih kemenangan, Marcos tetap melihat sisi positif dari hasil imbang tersebut. Menurutnya, mampu bertahan dari tekanan PSIM dengan kondisi timpang sudah menunjukkan mental kuat yang dimiliki timnya.

“PSIM mainnya luar biasa, juga suporter memberi motivasi untuk membangun mereka. Tapi Arema babak pertama dan kedua bagus, meski kami kurang satu pemain,” imbuhnya.

Pelatih asal Brasil itu menilai hasil imbang di kandang lawan adalah sesuatu yang masih bisa disyukuri. “Tapi menurut saya pemain luar biasa. Imbang sudah bagus, satu poin sudah cukup,” tegasnya.

Bek senior Arema FC, Anwar Rifai, juga mengutarakan hal senada terkait hasil yang didapat timnya di Bantul. Ia menilai perjuangan rekan-rekannya sudah maksimal meski harus kehilangan satu pemain sejak babak kedua.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore