Rachmat Irianto saat berlatih bersama Persebaya Surabaya yang berjuang keras di Super League 2025/2026 era Eduardo Perez. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya memasuki musim Super League 2025/2026 dengan modal skuad berjumlah 28 pemain, termasuk 9 pemain asing. Meski diperkuat deretan nama yang cukup mentereng, fakta di bursa transfer menunjukkan Green Force bukanlah tim dengan nilai pasar tertinggi berdasarkan data Transfermarkt.
Rata-rata usia tim berada di angka 25,6 tahun, menandakan komposisi yang relatif muda dan dinamis. Namun, secara nilai pasar, Persebaya Surabaya masih berada di urutan keenam di Super League musim ini.
Total nilai pasar skuad Persebaya Surabaya mencapai Rp 77,78 miliar atau rata-rata Rp 2,78 miliar per pemain.
Angka ini memang sedikit di atas rata-rata nasional Rp 2,12 miliar, tapi belum mampu menembus level klub-klub elite.
Jika dibandingkan dengan Dewa United (Rp 95,34 miliar), Persib Bandung (Rp 92,73 miliar), dan Persija Jakarta (Rp 86,91 miliar), posisi Persebaya Surabaya masih tertinggal jauh.
Bahkan, dua klub papan atas lainnya, PSM Makassar (Rp 86,21 miliar) dan Bhayangkara FC (Rp 80,04 miliar), juga berada di atas mereka.
Meski demikian, Persebaya Surabaya tetap unggul dari beberapa klub yang tampil mengejutkan pekan pertama seperti Malut United (Rp 76,04 miliar), PSIM Yogyakarta (Rp 73,18 miliar), dan Borneo FC Samarinda (Rp 73,18 miliar).
Fakta ini menunjukkan Green Force berada di posisi “kelas menengah atas” dalam peta kekuatan finansial Super League 2025/2026.
Pelatih Eduardo Pérez pun tak mau terjebak pada angka-angka tersebut. Usai kekalahan dari PSIM, ia menegaskan nilai pasar bukan segalanya dan tetap percaya pada kualitas anak asuhnya.
“Jadi untuk satu sisi tentu saja saya sangat kecewa, sangat kecewa dengan hasilnya, tetapi untuk sisi lain membayangkan yang saya lihat di babak pertama adalah bayangan bahwa kita perlu mencoba untuk melanjutkan,” ujar Eduardo Perez dikutip kanal Youtube Persebaya Surabaya, Minggu (10/8/2025).
“Oke secara keseluruhan kita mencoba yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang positif.”
Fakta pertama yang patut dicatat adalah Persebaya Surabaya berada di luar lima besar klub dengan nilai pasar tertinggi musim ini. Posisi keenam mereka menjadi bukti kekuatan finansial masih kalah dari raksasa-raksasa Super League.
Fakta kedua, skuad Persebaya Surabaya termasuk muda dengan rata-rata usia 25,6 tahun, yang berpotensi memberi energi dan stamina lebih dalam kompetisi panjang.
Namun, pengalaman bermain di level tinggi masih menjadi tantangan tersendiri.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
